Turki Memperingatkan AS Soal Dukungan kepada Kurdi Suriah
-
Pasukan Amerika Serikat memasuki Suriah pada tahun 2015 dengan dalih memerangi Daesh.
Deputi Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag, menyebut dukungan finansial dan persenjataan Amerika Serikat kepada Kurdi Suriah sebagai ancaman serius bagi kelanjutan hubungan kedua negara.
"Ankara menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Partai Uni Demokratik (PYD) sebagai teroris, dan jika AS ingin mempertahankan hubungan dengan Turki, mereka harus menghentikan pendanaan dan pengiriman senjata kepada kelompok-kelompok ini," tegas Bozdag pada Ahad (11/2/2018) seperti dikutip kantor berita IRNA.
Washington, lanjutnya, harus memahami kekhawatiran Ankara tentang ancaman teroris terhadap keamanan nasional Turki.

Para pengamat Turki percaya bahwa kehadiran pasukan AS di Suriah dengan dalih memerangi teroris Daesh dan mempersenjatai warga Kurdi, telah menjadi alasan utama Turki untuk menggelar operasi militer Cabang Zaitun di Suriah Utara.
Menurut surat kabar Milliyet, Operasi Cabang Zaitun yang diluncurkan pada 20 Januari lalu telah membunuh 1.266 pasukan Kurdi. (RM)