Turki Tolak Kontak Resmi dengan Pemerintah Suriah
-
Ibrahim Kalin.
Juru bicara Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin mengatakan setiap kekuatan di Afrin termasuk pemerintah Suriah, akan menjadi sasaran tentara Turki jika mereka membantu Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di wilayah itu.
Televisi TRT Turki, Rabu (21/2/2018) memberitakan, ancaman itu dikeluarkan untuk merespon laporan tentang pemerintah Suriah yang telah mencapai kesepakatan dengan kelompok Kurdi di Afrin.
Wilayah Afrin, tegas Kalin, mungkin akan berubah menjadi sarang baru teroris.
"Kami tidak membahas kontak resmi dengan pemerintah Suriah," tandasnya menanggapi usulan Rusia tentang kontak langsung Ankara dengan Damaskus.

Mengacu pada ketegangan antara Turki dan Amerika Serikat, Kalin berharap agar Washington mengambil langkah nyata untuk mengakhiri kerjasama dengan Partai Uni Demokrat Kurdi (PYD) dan menyerahkan Fethullah Gulen, yang terlibat kudeta militer di Turki.
Militer Turki menggelar operasi "Ranting Zaitun" di Afrin sejak 20 Januari 2018 di wilayah utara Suriah dengan dalih memperkuat keamanan dan stabilitas di perbatasan Turki.
Pemerintah Damaskus menganggap serangan tersebut sebagai agresi nyata atas wilayah Suriah.(RM/PH)