Lampu Hijau PBB untuk Saudi dan Reaksi Ansarullah
https://parstoday.ir/id/news/world-i52693-lampu_hijau_pbb_untuk_saudi_dan_reaksi_ansarullah
Hezam Al Assad, salah satu anggota senior gerakan Ansarullah, Yaman mengumumkan, resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB adalah faktor yang mendorong berlanjutnya serangan brutal Arab Saudi terhadap Yaman.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Mar 03, 2018 14:44 Asia/Jakarta

Hezam Al Assad, salah satu anggota senior gerakan Ansarullah, Yaman mengumumkan, resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB adalah faktor yang mendorong berlanjutnya serangan brutal Arab Saudi terhadap Yaman.

Hezam Al Assad menjelaskan, berlanjutnya sanksi dan agresi militer koalisi pimpinan Saudi ke Yaman, terjadi secara bersamaan. Koalisi pimpinan Saudi setiap hari menyerang Yaman dan melakukan kejahatan paling sadis terhadap rakyat negara itu.

Di sisi lain, DK PBB, Senin (26/2) mengesahkan resolusi untuk memperpanjang sanksi senjata atas Yaman hingga Februari 2019. Padahal, Saudi yang didukung Amerika Serikat dan Inggris, sejak Maret 2015 terus melancarkan agresi militer ke Yaman, juga memblokade total negara itu dari darat, laut dan udara.

Sekitar tiga tahun perang Saudi atas Yaman sudah berlangsung. Dalam perang ini, Saudi menggunakan peralatan militer paling canggih dan mematikan buatan Amerika, Inggris dan beberapa negara Barat lainnya untuk membantai rakyat tertindas Yaman.

Akan tetapi perkembangan di Yaman saat ini menunjukkan, Saudi secara praktis telah kalah di medan tempur, pasalnya bayangan rezim Al Saud sebelumnya adalah, perang akan selesai dalam dua atau tiga bulan dengan kemenangan di pihak Saudi dan tujuan pendudukan negara itu atas Yaman bisa dicapai.

Nyatanya, sampai hari ini, setelah berlalu sekitar tiga tahun, kita menyaksikan Saudi gagal mengalahkan rakyat Yaman. Situs surat kabar Mesir, El Badeel dalam salah satu laporannya yang ditulis Khaled Abdel Moneim mengatakan, perang Saudi atas Yaman memasuki tahun keempat namun Riyadh masih tidak berhasil mendapatkan apapun di Yaman, dan yang Riyadh lalukan hanya menambah jumlah korban tewas akibat perang.

Yaman

Ia menambahkan, warga Yaman yang selamat dari amukan senjata mematikan Amerika dan Inggris, sekarang berada di ambang kebinasaan karena blokade total Yaman dan menyebarluasnya wabah di negara itu akibat perang yang dilancarkan Saudi.

Penindasan tambahan dari negara-negara Barat juga terus dirasakan rakyat Yaman. Barat dengan sombongnya menegaskan kelanjutan dukungan atas agresi militer Saudi ke Yaman. Departemen Pertahanan Amerika, Pentagon baru-baru ini dengan tegas menyatakan berlanjutnya dukungan Washington atas koalisi agresor pimpinan Saudi di Yaman.

Pentagon mengakui, dukungan tersebut meliputi penyaluran bahan bakar untuk pesawat-pesawat tempur Saudi dalam menyerang Yaman.

Pada saat yang sama, DK PBB juga berada di bawah tekanan negara-negara Barat sehingga bukannya membantu rakyat Yaman yang menjadi korban serangan Saudi dan menderita akibat wabah dan blokade, dengan cara mengeluarkan resolusi untuk menghentikan agresi militer Riyadh ke negara itu, lembaga itu justru menyulut api lebih besar dengan mengeluarkan keputusan tidak terukur.

Dalam situasi seperti ini, penerapan berbagai macam sanksi termasuk sanksi senjata terhadap Yaman yang terus menjadi sasaran serangan Sadi, berarti lampu hijau untuk rezim Al Saud dalam melanjutkan aksi pemusnahan rakyat Yaman.

Langkah semacam ini bertentangan dengan tanggung jawab DK PBB yang sebenarnya yaitu membantu melindungi keamanan dan perdamaian dunia, serta menghentikan segala bentuk perang di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Yaman. (HS)