Peran AS dalam Menjajah Tanah Palestina
https://parstoday.ir/id/news/world-i52855-peran_as_dalam_menjajah_tanah_palestina
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menghadiri upacara peresmian Kedutaan AS di Baitul Maqdis. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
Mar 06, 2018 16:59 Asia/Jakarta

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menghadiri upacara peresmian Kedutaan AS di Baitul Maqdis. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

"Hubungan antara Amerika dan Israel belum pernah sehangat dan setulus ini," kata Trump.

Netanyahu tiba di Washington untuk menghadiri konferensi tahunan Komite Urusan Publik Israel-Amerika (AIPAC) dan bertemu dengan Trump di Gedung Putih.

Perjalanan Netanyahu ke Washington terjadi bersamaan dengan pelaksanaan latihan militer antara Amerika dan Israel di wilayah pendudukan Palestina. Menurut laporan media Israel, 2.500 tentara AS dan 2.000 tentara Zionis akan mengikuti latihan bersama ini. Kegiatan ini adalah salah satu manuver gabungan terbesar antara AS dan rezim Zionis.

AS terus memberikan dukungan politik dan militer kepada Israel, dan ini merupakan lampu hijau bagi rezim Zionis untuk mengobarkan babak baru perang dan mempersiapkan kondisi untuk memaksakan kebijakan agresifnya terhadap rakyat Palestina dan negara-negara Arab.

Ketua Kampanye Solidaritas Palestina dari Skotlandia, Mick Napier menyoroti sikap pemerintah AS, khususnya dukungan Trump kepada rezim Zionis, dan mengatakan bahwa salah satu alasan utama di balik perluasan agresi Israel di tanah Palestina adalah karena dukungan ini.

Dukungan besar AS kepada rezim Zionis di era Trump, tidak terbatas di bidang ekonomi dan politik, tapi juga mencakup kerjasama militer yang terus tumbuh. Dukungan ini adalah sebuah kebijakan permanen yang terus dipertahankan oleh semua presiden AS dan menjadi salah satu prioritas mereka. Beberapa presiden AS bahkan begitu antusias untuk mengabdi kepada Zionis, seperti yang diperlihatkan oleh Trump.

Tidak diragukan lagi, lobi Zionis memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat Amerika, dan para pemimpin AS menggandeng lobi ini untuk memajukan kebijakan mereka di tingkat domestik dan internasional.

Dalam konteks ini, Trump sangat menggebu-gebu dalam memperlihatkan dukungannya kepada Zionis, dan fakta ini diperkuat dengan pujian yang selalu ia lontarkan kepada para pejabat Israel.

AS dalam beberapa tahun terakhir juga mengumumkan kesiapannya untuk menaikkan jumlah bantuan tahunan ke Israel. Menurut kesepakatan sebelumnya, Israel menerima bantuan 3 miliar dolar per tahun, namun berdasarkan kesepakatan baru untuk periode 10 tahun, Trump akan memberikan paket bantuan militer dan ekonomi terbesar dalam sejarah AS kepada rezim Zionis.

Israel bahkan menuntut penambahan bantuan militer Amerika hingga 42-45 miliar dolar selama 10 tahun yaitu 2018-2028.

Pada dasarnya, dukungan besar ini hanya akan membuat Israel semakin agresif dalam mengobarkan perang dan menjalankan kebijakan ekspansionisnya di tanah Palestina. (RM)