Lemahnya Saudi Jadi Dalih Intervensi AS di Yaman
-
jet tempur Saudi
Pejabat pemerintah Amerika Serikat mengakui kesombongan dan minimnya pengalaman perang personil militer Arab Saudi dan kesalahan mereka yang mengakibatkan tingginya korban tewas dari pihak Saudi dalam perang Yaman.
Surat kabar The Wall Street Journal (18/3/2018) melaporkan, pejabat pemerintah Gedung Putih berusaha menjadikan kelemahan pasukan Saudi itu sebagai dalih untuk memberikan dukungan militer kepada mereka.
Menurut koran Amerika itu, salah seorang pejabat Washington yang enggan diungkap identitasnya mengatakan, Gedung Putih memiliki informasi soal kekhawatiran tentang jatuhnya korban sipil dalam perang Yaman, oleh karena itu bekerjasama dengan Saudi.
Statemen pejabat Amerika tersebut disampaikan padahal selama ini, Washington selalu menutup mata atas tuntutan lembaga-lembaga hak asasi manusia agar negara itu menghentikan ekspor senjata ke Saudi.
Lebih dari 16.000 kasus serangan udara Saudi ke Yaman menargetkan warga sipil dan menewaskan banyak penduduk.
Dukungan Amerika terhadap koalisi agresor pimpinan Saudi ternyata mendapat penentangan serius dari warga Amerika sendiri.
Mike Leigh, anggota Parlemen Amerika dari Partai Republik baru-baru ini mengatakan, satu tangan kita melemparkan bom dan tangan yang lain menyalurkan bantuan kemanusiaan. (HS)