Serangan Kimia di Ghouta Timur dan Tujuannya
https://parstoday.ir/id/news/world-i54766-serangan_kimia_di_ghouta_timur_dan_tujuannya
Beberapa hari setelah kontroversi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS akan meninggalkan Suriah, wilayah Ghouta Timur menjadi sasaran serangan kimia.Teroris yang bertempur melawan militer Suriah mengklaim bahwa pasukan pemerintah telah melakukan serangan tersebut.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 09, 2018 15:04 Asia/Jakarta
  • serangan kimia di Suriah
    serangan kimia di Suriah

Beberapa hari setelah kontroversi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS akan meninggalkan Suriah, wilayah Ghouta Timur menjadi sasaran serangan kimia.Teroris yang bertempur melawan militer Suriah mengklaim bahwa pasukan pemerintah telah melakukan serangan tersebut.

Sejumlah media melaporkan tewasnya 75 orang akibat serangan gas klorin di kota Douma. Dalam rangka menyulut makar baru, Presiden AS Donald Trump langsung mengacungkan tudingan ke arah Rusia, Iran, dan Suriah, dan menulis dalam pesan Twitter-nya bahwa "ketiga negara ini harus menebus mahal."

 

Kemudian Penasihat Keamanan Gedung Putih, Thomas Bossert mengatakan, Amerika Serikat tidak mengesampingkan opsi apapun dalam menanggapi serangan kimia di Suriah.

serangan kimia di Suriah

 

Sebelumnya pada musim panas tahun lalu, serangan teroris Suriah terhadap warga Khan Sheikhun, dijadikan alasan bagi Trump untuk menembakkan rudal ke Suriah pada hari-hari awal masa tugas kepresidenannya. Ketika itu, militer AS menyerang pangkalan angkatan udara Suriah tanpa memberikan bukti tentang peran pemerintah dan militer Suriah dalam serangan kimia yang dituduhkan tersebut.

 

Sekarang, pasca keputusan Donald Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah dalam waktu dekat, tampaknya kubu pendukung kehadiran politik-militer AS yang kuat di kawasan Asia Barat, khususnya di Suriah, sedang mencoba mengubah keputusan presiden dan memaksanya untuk mengambil langkah praktis.

 

Tentu saja, pasca pertemuan kontroversial Dewan Keamanan Nasional AS, di mana para anggota berhasil mengubah keputusan awal Trump, Pentagon menyebutkan bahwa strategi itu tidak akan berubah untuk Suriah. Namun, Trump juga menekankan ketidakefektifan perang di negara tersebut.

 

Guna mengatasi keraguan tersebut yang membangkitkan kekhawatiran kelompok-kelompok teroris Suriah dan sejumlah pihak regional seperti Arab Saudi dan Israel, rakyat Suriah yang tidak berdosa kembali menjadi sasaran serangan kimia. Diharapkan dengan dalih ini, kali ini bukan hanya Suriah yang akan menjadi target serangan rudal, namun juga akan mengapus opsi penarikan mundur pasukan AS dari Suriah.

 

Sebelumnya banyak pihak pengelola "perdagangan perang", baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat, yang menyatakan tidak mengijinkan presiden bergerak melawan arus mainstream. Itu dilakukan seperti dalam kasus intervensi di Vietnam dengan dugaan insiden Tonkin Gulf, invasi ke Afghanistan menyusul insiden 11 September, dan serangan ke Irak dengan klaim bohong keberadaan senjata pemusnah massal. Insiden serangan kimia di Khan Sheykhun dan Douma juga dapat dijadikan alasan bagi AS untuk terjun langsung dalam perang Suriah.(MZ)