Kunjungan Menlu Cina ke Korut
-
Menlu Cina Wang Yi
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi usai pertemuan pemimpin dua Korea dilaporkan bertolak ke Korea Utara.
Wang Yi di kunjungannya ke Korea Utara dan pertemuannya dengan petinggi negara ini mendengarkan paparan hasil perundingan terbaru pemimpin dua Korea. Selain itu, Wang Yi juga akan membicarakan program kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke Pyongyang atas undang resmi pemimpin Korea Utara.
Presiden Korea Selatan Moon Jae In dan pemimpin Korut, Kim Jong un Jumat lalu bertemu di Panmunjom membicarakan upaya membentuk kawasan Semenanjung Korea yang bebas dari senjata nuklir dan keduanya pun mencapai kesepakatan di bidang ini. Kesepakatan gencatan senjata berubah menjadi perjanjian damai dan kesiapan kedua pihak mengakhiri langkah-langkah permusuhan.
Kunjungan menlu Cina ke Korea Utara digelar untuk mempesiapkan kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang dan meraih informasi terkait perincian pertemuan pemimpin kedua Korea. Hal ini mengindikasikan sensitifitas pemerintah Beijing terhadap transformasi Semenanjung Korea.
Cina yang memiliki kesamaan ideologi dengan Korea Utara, tercatat sebagai sekutu Pyongyang dan menilai transformasi terbaru Semenanjung Korea berkaitan erat dengan kepentingannya.
Eleanor Albert, pakar di Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika terkait hal ini meyakini, mengingat Cina mitra utama dan sekutu pasti Korut, hubungan politik dan ekonomi kedua negara ini mampu membantu penyelesaian isu Korea Utara.
Pertemuan pemimpin kedua Korea yang menjadi titik balik sejara transformasi kawasan menurut Cina memiliki prestasi penting dan juga menurunkan ancaman terhadap Beijing.
Sebelum pertemuan pemimpin dua Korea dan proses dialog kedua negara yang dimulai sejak Olimpiade musim dingin di Korea Selatan dan partisipasi atlet Korea Utara di pertandingan ini, tensi yang terus meningkat di hubungan Pyongyang dan Seoul selain menimbulkan dampak negatif bagi kawasan juga membuka peluang intervensi negara-negara transregional khususnya Amerika Serikat di Semenanjung Korea.
Amerika yang menetapkan kebijakannya di abad 21 untuk mengendalikan Cina, menindaklanjuti kebijakannya ini dengan mendekati kawasan yang bertetangga dengan Beijing dan alasannya adalah tensi di Semenanjung Korea dan terancamnya sekutu dekat Gedung Putih termasuk Jepang dan Korea Selatan akibat program dan uji coba rudal serta nuklir Korea Utara. Dengan alasan ini Amerika mengirim armada lautnya ke kawasan.
Di saat kedua Korea mencapai kesepakatan terkait kawasan yang bebas dari senjata nuklir, dan dialog mereka juga memberi harapan akan perubahan kondisi kawasan yang tak menentu, Cina berharap kondisi di Semenanjung Korea yang muncul setelah perundingan pemimpin dua Korea akan melunturkan alasan Amerika untuk hadir di kawasan dengan dalih Pyongyang menjadi ancaman pihak lain. Khususnya dalam beberapa pekan mendatang pemimpin Korea Utara dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan friksi kedua pihak.
Berdasarkan kondisi ini, Cina berusaha mendorong Pyongyang melanjutkan pendekatan dialognya dengan Korea Selatan dan Amerika. Bahkan diprediksikan konsesi yang bakal diberikan kepada Pyongyang di perundingan dengan Korsel dan AS juga akan menjamin kepentingan Beijing. (MF)