Langkah UE Menghadapi Sanksi AS terhadap Iran
-
Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker
Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker di akhir KTT UE di Sofia, ibukota Bulgaria menyatakan, implementasi undang-undang menghadapi sanksi yang disebut Blocking Statute 1996 akan dimulai sejak hari Jumat (18/5). Upaya menghidupkan kembali UU ini dilakukan lewat usulan Komisi Uni Eropa dan mendapat dukungan dalam KTT UE di Sofia. Juncker menegaskan, ini merupakan kewajiban Uni Eropa untuk melindungi perusahaan-perusahaan Eropa, khususnya perusahaan kecil dan menengah.
Aturan pembekuan sanksi ini merupakan butir penjelas undang-undang yang diratifikasi tahun 1996 di parlemen Eropa dan telah diimplementasikan. Uni Eropa dengan menghidupkan kembali aturan sanksi 1996 ini dapat menghukum bank dan perusahaan Eropa yang memberlakukan sanksi AS terhadap Iran.
Aturan pembekuan sanksi UE melarang perusahaan-perusahaan benua ini untuk mengikuti sanksi Amerika terhadap Iran dan tidak mengakui putusan pengadilan yang menjatuhkan sanksi AS pada perusahaan-perusahaan Eropa yang telah menjalin hubungan bisnis dengan Iran. Sejauh ini aturan ini belum digunakan untuk Iran dan negara-negara Eropa melihatnya lebih sebagai senjata politik melawan Amerika Serikat daripada hukum yang mengatur transaksi dengan Iran. Karena ketentuannya tidak jelas dan sulit diimplementasikan.
Pascale Delcomminette, Direktur Pelaksana Badan Ekspor Belgia mengatakan, Eropa dengan menggunakan aturan pembekuan sanksi dapat memberi jaminan kepada perusahaan-perusahaan Eropa untuk tetap berada di Iran. Peraturan-peraturan ini dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan kepentingan ekonomi Eropa di Iran.
Tampaknya implementasi undang-undang ini oleh Uni Eropa dapat mengurangi dampak sanksi Amerika terhadap Iran yang rencananya akan diterapkan dalam dua tenggat waktu 90 hari (hingga 6 Agustus) dan 180 hari (hingga 4 November)
Sekalipun demikian, Valdis Dombrovskis, Komisaris Uni Eropa untuk Euro meyakini bahwa menggunakan kekuatan UE untuk mencegah bank-bank Eropa mengikuti sanksi Amerika terhadap Iran punya dampak terbatas.
Implementasi aturan pembekuan sanksi selain menjadi upaya Eropa memertahankan JCPOA juga telah disampaikan dalam skala yang lebih luas dalam kerangka konfrontasi perdagangan Eropa-Amerika. Mengingat pendekatan berorientasi perdagangan Trump yang didasarkan pada proteksionisme dan kenaikan tarif pada barang dan produk impor ke AS, negara-negara UE, terutama negara yang berorientasi ekspor seperti Jerman, sekarang sangat khawatir tentang masa depan hubungan dagang mereka dengan Amerika Serikat.
Trump mengklaim bahwa orang Eropa mendapat banyak manfaat dari perdagangan antara samudera Atlantik saat ini, sementara Amerika Serikat telah banyak menderita kerugian dalam hal ini. Ia menekankan perlunya mendefinisikan kembali hubungan ini dan menerapkan langkah-langkah untuk membalikkan tren ini, termasuk tarif baru pada baja dan aluminium.
Sekaitan dengan hal ini, Trump mengatakan, saya akan mengubah proses yang ada ini. Uni Eropa telah berlaku menakutkan terkait perdagangannya dengan Amerika Serikat.
Bagaimanapun juga, Eropa telah merespon dengan keras dan para pemimpin Uni Eropa telah berjanji bahwa jika Amerika Serikat tidak secara permanen membebaskan negara mereka dari tarif baja dan aluminium, mereka tidak akan terlibat dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat dan mengambil tindakan pembalasan terhadap Amerika Serikat.