Ketika Perusahaan Refinery Cina Mengimpor Minyak dari Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i59957-ketika_perusahaan_refinery_cina_mengimpor_minyak_dari_iran
Perusahaan pengolahan minyak mentah Dongming Cina menyatakan dengan terhentinya pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat, kami telah mengimpor minyak dari Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 17, 2018 10:35 Asia/Jakarta
  • Impor minyak mentah Cina dari Iran
    Impor minyak mentah Cina dari Iran

Perusahaan pengolahan minyak mentah Dongming Cina menyatakan dengan terhentinya pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat, kami telah mengimpor minyak dari Iran.

Perusahaan kilang minyak Dongming Cina, sebuah perusahaan swasta dan independen hari Senin (16/7), mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan pembelian minyak mentah dari Amerika dan telah mengimpor minyak dari Iran. Hal ini terjadi bersamaan dengan ketegangan yang meningkat antara Beijing dan Washington, sehingga Cina memerintahkan perusahaan-perusahaan negara ini untuk menggantikan impor dari Amerika dalam rangka mengatasi pengenaan tarif AS atas impor barang dari Cina. Negara Cina, Korea Selatan, Jepang dan India adalah importir utama minyak dari Republik Islam Iran.

Perusahaan pengolahan minyak mentah Dongming Cina

Donald Trump, Presiden Amerika dalam mengejar sanksi minyak anti-Iran, menekan negara-negara tersebut untuk mengurangi atau menghentikan impor minyak dari Iran. Mengingat hubungan strategis AS dengan Korea Selatan dan Jepang di semua sektor, Washington sangat berharap pemberlakuan sanksi minyak Iran dilaksanakan juga oleh Seoul dan Tokyo. Sementara Cina dan India yang memiliki sikap lebih independen dalam kebijakan luar negeri dan regionalnya berjuang untuk menolak pemaksaan tuntutan Trump, dari satu sisi mencegah berhentinya perputaraan roda ekonominya dan di sisi lain, menekan naiknya harga minyak mentah di pasar global. Itu sebabnya pemerintah New Delhi dan Beijing mendesak perusahaan-perusahaan kilang minyak non-pemerintah mereka untuk terus membeli minyak dari Iran.

The Economic Times dalam editorial terbarunya menulis, penangguhan penuh impor minyak India dari Iran sangat sulit dan akan berdampak negatif terhadap ekonomi India. Selain itu, langkah New Delhi untuk menghentikan impor minyak dari Iran akan merusak hubungan bilateral Tehran-Delhi yang mencakup beragam bidang energi dan proyek komunikasi dan akan merugikan kepentingan jangka panjang India.

Sementara situasi Cina berbeda dari India. Karena di awal perang dagang antara Beijing dan Washington, pemerintah Cina berjuang untuk melanjutkan pertumbuhan ekonominya dengan mengadopsi langkah-langkah yang diperlukan untuk menetralkan kebijakan penerapan tarif 25 persen AS pada barang-barang impor dari Cina. Tujuan Amerika Serikat adalah untuk menghantam ekonomi Cina dan menghentikannya sehingga tidak dapat mengancam hegemoni Amerika di masa depan. Saat ini, Cina adalah salah satu importir minyak terbesar di dunia. Setiap ada bahaya yang mengancam atau terjadi peningkatan harga minyak global dapat merugikan besar ekonomi Cina.

John Dreiscoll, pakar masalah energi mengatakan, Cina tidak peduli dengan ancaman Amerika. Negara ini bersama India merupakan pengimpor terbesar minyak Iran. Dua negara ini juga mempertimbangkan kepentingan mereka sendiri dan tidak ingin mengambil serius pernyataan dan ancaman Trump.

Dari sudut pandang kalangan politik di Cina, negara ini berusaha untuk dalam waktu dekat mengidentifikasi dirinya sebagai negara adidaya dan bertanggung jawab. Oleh karenanya tidak boleh menunjukkan kelemahan dihadapan ancaman Amerika Serikat. Karena bila tidak demikian, Cina akan kehilangan kredibilitas internasional dalam membela kepentingan nasionalnya, bahkan tidak dapat menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi para mitranya.

Victor Shum, pakar masalah energi mengatakan, Cina sangat membutuhkan minyak. Karena negara ini tengah berkembang dengan pesat dan tidak dapat mengabaikan begitu saja minyak Iran. Dengan dasar ini, dengan mudah Cina akan melewati sanksi. Sekarang mungkin sudah waktunya bagi Trump untuk mundur dari sikapnya. Ia harus mengetahui bahwa mengajak dunia untuk mengembargo Iran bukan pekerjaan mudah. Bertentangan dengan apa yang diasumsikan Trump, negara-negara dunia menunjukkan penentangan dan negara seperti India dan Cina akan lebih menunjukkan penentangannya.

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Bagaimanapun juga, Republik Islam Iran tidak hanya memiliki minyak yang berkualitas tetapi memiliki bobot yang penting di pasar minyak dunia. Setiap gangguan Amerika Serikat terhadap pasokan minyak Iran ke pasar dunia dapat meningkatkan harga minyak, begitu juga mempengaruhi negatif ekonomi negara-negara yang baru tumbuh. Pengalaman juga menunjukkan bahwa negara-negara yang mengklaim dapat memasok kekurangan minyak Iran di pasar global hanya akan merugikan ekonomi global. Di sini, Cina dan India seharusnya waspada agar tidak terjatuh dalam jebakan negara-negara tersebut.