Peringatan Rusia kepada AS
-
AS-Rusia
Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev hari Jumat (10/8) menyebut eskalasi sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia sebagai pengumuman perang dagang.
Medvedev memperingatkan Amerika jika sanksi ini diterapkan maka Moskow akan menunjukkan respon baik itu dari sisi politik maupun ekonomi. Sanksi yang rencananya diberlakukan sejak bulan Agustus ini dengan dalih keterlibatan Rusia di pembunuhan Sergei Skripal, mantan spionase Rusia dan putrinya. Namun begitu Amerika dan Inggris sebagai pendakwa, sampai saat ini belum menunjukkan bukti kongkret keterlibatan Rusia tersebut.
Rusia berulang kali meminta Inggris melakukan penyidikan transparan terkait pembunuhan Sergei Skripal, sebuah usulan yang sampai saat ini ditolak oleh London.
Menyusul sanksi baru Amerika terhadap Rusia ini, indeks saham dan mata uang Rusia anjlok. Sanksi ini mencakup sanksi perbankan dan finansial yang menarget perekonomian Rusia dengan harapan Washington mampu memaksa Moskow mundur.
Amerika ingin mendapat jaminan dari Rusia untuk tidak menggunakan senjata kimia dan biologi serta mengijinkan tim inspeksi internasional meninjau situs kimia dan biologi Rusia. Tentu saja keinginan Amerika ini tidak akan pernah mendapat restu dari Presiden Vladimir Putin.
Anggota parlemen Rusia hari kamis (9/8) menyatakan, jika Washington memberlakukan sanksi baru ini, Moskow akan melakukan aksi balasan. Tensi politik antara Rusia dan Amerika berujung pada penurunan hubungan diplomatik dan Moskow akan melakukan aksi balasan yang dinilai oleh jubir Kremlin masih terlalu cepat untuk membicarakannya.
Sebelumnya AS terlibat konfrontasi dengan negara lain dalam bentuk sepihak-sepihak, namun kini Washington mengobarkan konfrontasi secara massal. Amerika juga terlibat konflik dengan sekutu dekatnya seperti Uni Eropa dan Kanada.
Ini merupakan peluang bagi berbagai negara untuk membentuk koalisi ekonomi untuk menghadapi Amerika sehingga mereka aman dari aksi unilateralisme Washington serta meminimalkan ketergantungan terhadap dolar, karena negara ini telah membuktikan tidak pernah komitmen dengan perjanjian internasional serta terbuka peluang Amerika melakukan apa saja yang ia sukai.
Christine Lindo mengatakan, menurunnya investasi Rusia di obligasi pemerintah Amerika secara praktis secara praktis meminimalkan ketergantungan negara ini terhadap dolar dan mengingat bahwa langkah ini, Rusia menemukan kesiapannya melawan dampak dari sanksi baru.
Sepertinya sanksi terhadap Rusia diratifikasi tanpa mempelajari dampaknya dan merupakan langkah politik yang tergesa-gesa. Dampak sanksi terhadap Rusia akan mengena perusahaan Eropa dan juga industri Amerika yang tidak dapat diperbaiki. Jika sanksi ini diterapkan maka tidak ada pihak yang akan selamat dari dampaknya. (MF)