Balasan Rusia Melawan Sanksi Baru Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i61154-balasan_rusia_melawan_sanksi_baru_amerika
Hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami proses ketegangan. Perselisihan antara kedua negara memiliki dimensi dan aspek yang beragam dan sekalipun sikap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat telah berulang kali menyerukan perbaikan hubungan kedua negara, struktur kekuasaan Amerika menuntut untuk bersikap keras terhadap Rusia. Satu kebijakan yang harus diikuti oleh Trump.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 22, 2018 13:13 Asia/Jakarta
  • Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov
    Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov

Hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami proses ketegangan. Perselisihan antara kedua negara memiliki dimensi dan aspek yang beragam dan sekalipun sikap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat telah berulang kali menyerukan perbaikan hubungan kedua negara, struktur kekuasaan Amerika menuntut untuk bersikap keras terhadap Rusia. Satu kebijakan yang harus diikuti oleh Trump.

Aspek penting dari sikap Amerika menerapkan sanksi terhadap Moskow adanya beragam alasan. Dalam kasus terakhir, Departemen Keuangan AS hari Selasa (21/8) menambahkan dua warga Rusia, empat perusahaan dan enam kapal Rusia ke dalam daftar sanksi dengan alasan memiliki hubungan dagang dengan Korea Utara dan melanggar sanksi internasional. Washington juga menambahkan aktivitas siber Rusia ke dalam daftar sanksi terhadap Moskow.

Sanksi terhadap Rusia

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, sanksi baru AS terhadap Rusia tidak beralasan untuk dugaan serangan siber dan pasokan minyak untuk Korea Utara, dimana Moskow akan membalas tindakan ini.

Kementerian Perdagangan Rusia juga mengumumkan bahwa mereka telah membalas sanksi baru AS terhadap Rusia pada ekspor barang-barang multi guna ke Moskow. Rusia berpendapat bahwa sanksi AS pada ekspor barang-barang multi guna ke Rusia akan mempengaruhi berbagai industri, tetapi itu tidak akan menjadi krisis. Tampaknya Amerika Serikat akan terus mengejar sanksi dan tekanan terhadap Rusia dengan beragam dalih.

Tujuan penerapan sanksi Amerika adalah memaksa Moskow mengikuti segala kehendak Washington. Hal yang ditekankan Donald Trump baru-baru ini. Trump mengatakan, tidak ada keinginan untuk menghapus sanksi terhadap Rusia. Keinginan itu hanya akan terwujud ketika pihak Rusia mengambil langkah-langkah sejalan dengan kepentingan Washington. Sebenarnya pernyataan Trump juga tidak begitu jelas terkait sanksi mana yang akan dicabut bila Rusia mengikuti kebijakan Washington.

Trump sendiri berkali-kali menekankan bahwa tidak ada seorangpun yang lebih keras dari saya dalam menyikapi Rusia. Trump menerapkan sanksi terhadap Rusia dalam kerangka kebijakan menghukum Moskow.

Washington selama beberapa tahun telah mulai menerapkan berbagai macam sanksi terhadap Rusia dan serius menindaklanjutinya. Amerika Serikat mulai memberlakukan sanksi terhadap Rusia sejak tahun 2011 di bawah undang-undang Magnitsky. Pada tahun 2014 dengan pembentukan dan intensifikasi krisis Ukraina, AS memberlakukan beberapa paket sanksi keuangan dan ekonomi terhadap Moskow. Sementara bulan Agustus 2017, undang-undang sanksi CAATSA terhadap Rusia ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat yang menyiratkan sanksi baru yang lebih besar terhadap Moskow.

Para pejabat Moskow telah berulang kali menegaskan bahwa tujuan Amerika dari sanksi, terutama di sektor energi, adalah untuk membatasi kehadiran ekonomi Rusia di pasar gas Eropa, yang kini memiliki lebih dari 30 persen saham di sana. Amerika Serikat menentang pembangunan jalur pipa gas Nord Stream-2 antara Rusia dan Jerman melewati Laut Baltik dan mengancam akan menerapkan sanksi guna dapat menjual gas alam ke negara-negara Eropa dan dapat mengambil posisi Rusia memasok gas ke Eropa.

Jalur pipa gas Nord Stream 2

Dengan demikian, jelas bahwa salah satu tujuan Washington menerapkan sanksi terhadap Moskow adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Tampaknya bagi Amerika, alat yang paling jelas dan penting untuk menerapkan tujuan yang dimaksudkan dalam istilah politik, ekonomi dan bahkan militer adalah memaksakan berbagai sanksi terhadap berbagai negara.