Penekanan Mogherini atas Peran Gelobal Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i61566-penekanan_mogherini_atas_peran_gelobal_eropa
Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa seraya menekankan bahwa Eropa tidak akan mundur dari perannya di tingkat global menandaskan, "Prioritas kerja jami adalah memperkuat jaringan partisipasi global demi multilateralisme."
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 04, 2018 10:11 Asia/Jakarta
  • Uni Eropa
    Uni Eropa

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa seraya menekankan bahwa Eropa tidak akan mundur dari perannya di tingkat global menandaskan, "Prioritas kerja jami adalah memperkuat jaringan partisipasi global demi multilateralisme."

Federica Mogherini seraya mengisyaratkan bahwa Eropa tidak akan meninggalkan pentas internasional menegaskan pengokohan kerja sama demi jaringan multilateralisme serta menilainya demi memajukan kepentingan nasional Uni Eropa.

 

Ketika Mogherini menekankan dilanjutkannya kebijakan multilateralisme Eropa, sejak naiknya Donald Trump sebagai presiden Amerika, kebijakan seperti ini telah ditentang oleh Trump. Keluarnya Washington dari Perjanjian Perubahan Iklim Paris, Dewan HAM PBB, JCPOA, relokasi kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, penerapan tarif dagang baru, perang dagang dengan Eropa serta keluar dari perjanjian perdagangan bebas (Kemitraan Trans-Pasifik/TPP) termasuk pelanggaran kebijakan multilateralisme.

 

Trump baru-baru ini dengan menggulirkan rencana keluar dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menuntut revisi struktur organisasi dunia ini demi menjamin kepentingan Washington. Kebijakan ini menunjukkan bahwa Trump dengan slogan “America First” atau “Amerika yang Pertama” serta kebijakan sepenuhnya despotik berencana memaksakan beragam pendekatan dan tuntutannya kepada mitra Eropa Washington. Padahal pendekatan ini bertentangan dengan tujuan Eropa dan kebijakan globalisasi.

Federica Mogherini, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa

 

Angela Merkel, Kanselir Jerman terkait hal ini mengatakan, "Kita jangan lupa bahwa sistem multilateralisme kita di abad 20 telah mengambil pelajaran penting dari dua perang dunia yang merusak. Oleh karena itu, jaringan kerja sama internasional harus menjamin perdamaian dan stabilitas di dunia."

 

Dengan demikian Uni Eropa yang tercatat sebagai sekutu utama Washington dengan berkuasanya Trump dan perubahan kebijakan Amerika, kini semakin menekankan pelaksanaan kebijakannya dan menindaklanjuti kebijakan multilateralisme.

 

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas terkait hal ini mengatakan, akibat krisis baru, kepercayaan lama Eropa kepada Amerika mulai runtuh dan jawaban bersama Eropa atas strategi “America First” atau “Amerika yang Pertama" adalah Eropa Bersatu.

 

Uni Eropa kini dengan menekankan kebijakannya tengah berusaha menjamin keamanan Eropa, mempertahankan independensi politik dan meningkatkan posisi Uni Eropa di sistem internasional.

 

Oleh karena itu, meski ada permintaan dan represi Amerika kepada Eropa untuk keluar dari JCPOA, petinggi Eropa masih menegaskan pentingnya mempertahankan kesepakatan nuklir ini dan melanjutkan kerja sama dengan Republik Islam Iran. Sejatinya Mogherini sebagai petinggi Uni Eropa dan Ketua Kebijakan organisasi ini di kondisi baru tersebut berencana mengaktifkan peluang independensi kinerja Uni Eropa dan perannya di tingkat global.

 

Dunia satu kutub telah runtuh selama bertahun-tahun llau dan sistem baru internasional menolak unilateralisme dan peran adidaya. Oleh karena itu, masyarakat internasional saat ini tidak percaya kepada Amerika, sang pelanggar kesepakatan internasional dan pelaku perang dagang.

 

Menurut pengakuan mayoritas pengamat, Amerika kini semakin terkucil. Dengan demikian Mogherini menekankan bahwa tahun ini prioritas keja Eropa adalah memperkokoh jaringan partisipasi global untuk multilateralisme. (MF)