Putin: Kebijakan AS Jatuhkan Sanksi anti Iran, Kesalahan Besar
https://parstoday.ir/id/news/world-i63220-putin_kebijakan_as_jatuhkan_sanksi_anti_iran_kesalahan_besar
Presiden Rusia, Vladimir Putin seraya mengisyaratkan komitmen Republik Islam Iran terhadap janjinya di JCPOA menyebut kebijakan sanksi yang diterapkan Amerika kepada Tehran dan negara lain sebagai kesalahan besar.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 19, 2018 13:00 Asia/Jakarta
  • Presiden Rusia Vladimir Putin
    Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin seraya mengisyaratkan komitmen Republik Islam Iran terhadap janjinya di JCPOA menyebut kebijakan sanksi yang diterapkan Amerika kepada Tehran dan negara lain sebagai kesalahan besar.

Menurut laporan IRNA, Putin Kamis (18/10) di pertemuan yang digelar di Valday, Sochi menambahkan, negara-negara Eropa juga tidak meyakini jika Iran melanggar kesepakatan nuklir JCPOA, oleh karena itu, kebijakan sanksi Washington sebuah kesalahan besar yang merusak kepercayaan terhadap dolar sebagai mata unag devisa dunia.

 

Seraya menjelaskan bahwa mayoritas negara mulai memikirkan menggunakan mata uang lain menggantikan dolar, Putin menambahkan, negara-negara Eropa menghendaki perdagangan dengan Iran dan Rusia tengah berupaya menggunakan mata uang nasionalnya di perdagangan dengan Tehran dan negara lain.

Sanksi anti Iran

 

Presiden Rusia seraya mengkritik langkah unilateralisme AS di Timur Tengah mengatakan, langkah Amerika terhadap Iran tidak akan membantu perang anti terorisme dan penyelesaian krisis di kawasan, tapi malah menambah kesulitan bagi Timur Tengah.

 

Di kesempatan tersebut, Putin juga menyinggung penentangan AS terhadap kehadiran Iran di kawasan. "Iran dan Suriah negara independen dan meyakinkan Iran untuk keluar dari Damaskus berada di luar tanggung jawab Moskow," papar Putin.

 

Putin menambahkan, di Suriah tengah terbentuk struktur keamanan dan jika ada yang ingin pihak lain keluar dari negara ini, maka dukungan terhadap teroris dan jaminan finansial kepada fenomena buruk ini harus dihentikan.

 

"Kelompok teroris Daesh memperluas kehadirannya di wilayah Suriah yang dikuasai militer AS dan pasukan yang didukung Washington,"papar presiden Rusia. (MF)