NIAC Memprotes Pengembalian Sanksi AS terhadap Iran
-
Dewan Nasional Iran Amerika (NIAC).
Dewan Nasional Iran Amerika (NIAC) meminta Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS untuk meninggalkan kampanye penerapan tekanan maksimum terhadap Iran.
Dalam sebuah surat kepada Menlu AS Mike Pompeo dan Menkeu Steven Mnuchin, NIAC menyatakan pemaksaan kembali sanksi sekunder terhadap Iran dalam konteks kampanye tekanan maksimum, telah mengundang keprihatinan luas di tengah masyarakat Iran-Amerika dan seluruh dunia. Demikian dikutip kantor berita IRIB, Sabtu (3/11/2018).
Sanksi itu diberlakukan kembali setelah Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir meskipun ditentang oleh komunitas internasional, termasuk sekutu tradisionalnya di Eropa.
Pada hari Jumat, Trump via akun Twitternya mengumumkan pengembalian sanksi Iran mulai 5 November ini dengan menyertakan sebuah fotonya.
Sementara itu, para menkeu Jerman, Inggris dan Perancis bersama kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa dalam sebuah rilis bersama, mengabarkan kemajuan signifikan dalam mekanisme Special Purpose Vehicle (SPV) Eropa untuk mempertahankan hubungan bisnis dan perbankan dengan Iran di bawah kondisi sanksi. (RM)
https://www.facebook.com/Pars-Today-Indonesian-1156233977743802/
https://twitter.com/parstodayid