Ketika Komisi Uni Eropa Memperingatkan AS Soal Langkah Timbal Balik Perdagangan
https://parstoday.ir/id/news/world-i64279-ketika_komisi_uni_eropa_memperingatkan_as_soal_langkah_timbal_balik_perdagangan
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sejalan dengan kebijakan proteksionisme ekonomi, telah memasuki perang komersial dengan banyak ekonomi utama dunia dengan meningkatkan tarif atas bahan dan produk impor Amerika Serikat. Meskipun kesepakatan interim dicapai antara Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait tarif perdagangan pada pertengahan 2018, tetapi dengan ancaman baru Trump, Uni Eropa kini berada dalam keadaan konflik perdagangan dengan Amerika Serikat.
(last modified 2026-07-16T10:11:38+00:00 )
Nov 17, 2018 09:43 Asia/Jakarta
  • Cecilia Malmstrom, Komisaris Perdagangan Uni Eropa
    Cecilia Malmstrom, Komisaris Perdagangan Uni Eropa

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sejalan dengan kebijakan proteksionisme ekonomi, telah memasuki perang komersial dengan banyak ekonomi utama dunia dengan meningkatkan tarif atas bahan dan produk impor Amerika Serikat. Meskipun kesepakatan interim dicapai antara Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait tarif perdagangan pada pertengahan 2018, tetapi dengan ancaman baru Trump, Uni Eropa kini berada dalam keadaan konflik perdagangan dengan Amerika Serikat.

Sekaitan dengan hal ini, Cecilia Malmstrom, Komisaris Perdagangan Uni Eropa mengumumkan bahwa Uni Eropa telah menyiapkan daftar aksi pembalasan ketika Amerika Serikat mengadopsi tarif khusus untuk produksi mobil Eropa.

Menurut Malmstrom, daftar aksi pembalasan terhadap Amerika Serikat ini harus dibagikan dan dikoordinasi dengan negara-negara anggota Uni Eropa. Langkah-langkah ini bisa termasuk mobil, sektor pertanian atau apa pun.

Cecilia Malmstrom, Komisaris Perdagangan Uni Eropa

Meskipun Malmostrom berharap Amerika Serikat akan mengubah keputusannya untuk memaksakan tarif tinggi pada impor mobil Eropa yang tentu saja adalah masalah bagi pembuat mobil Amerika, tetapi ini akan tergantung pada keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sementara menurut penelitian yang dilakukan ribuan buruh otomotif Amerika Serikat akan berisiko dalam hal penerapan tarif tinggi. Eropa percaya bahwa tarif tinggi pada ekspor mobil ke Amerika Serikat tidak dapat dibenarkan dan akan menyebabkan kerugian besar bagi Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, baru-baru ini menyinggung bahwa dia telah bernegosiasi soal perdagangan selama enam jam dengan Trump empat bulan lalu, seraya mengatakan, pembicaraan itu bukan untuk kesenangan dan hiburan. Junker menyinggung masalah ini setelah ada ancaman berulang Trump soal penerapan tarif 25% untuk impor mobil dan suku cadang mobil dari Eropa.

Trump selalu menganggap perdagangan bebas sebagai faktor utama ketidakstabilan ekonomi Amerika Serikat dan dengan mengadopsi kebijakan proteksionisme di sektor ekonomi, berarti Trump telah mengancam mulitilateralisme ekonomi. Langkah Trump menerapkan tarif impor baru dari berbagai negara telah menyebabkan ketegangan perdagangan Amerika dengan mitranya, termasuk Eropa.

Dalam pandangan Komisi Eropa sebagai pilar eksekutif Uni Eropa, perang dagang terbaru antara Amerika Serikat dengan negara-negara ekonomi besar dunia telah mengurangi pertumbuhan ekonomi dunia dan menciptakan ketidakpastian baru. Secara khusus, konsumen akan menjadi yang paling terpengaruh oleh perang dagang ini dan harga barang pada akhirnya akan menjadi lebih mahal. Untuk alasan ini, Komisaris Perdagangan Uni Eropa percaya bahwa perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa dapat menciptakan ratusan ribu peluang kerja di kedua pihak.

Bendera Uni Eropa dan Amerika Serikat

Namun, mengingat sikap negatif Trump pada Uni Eropa dan pesimisme yang luar biasa tentang lembaga Eropa ini serta seringnya Trump melanggar janji, tidak ada kepercayaan pada dirinya dan dapat diprediksi bahwa terlepas dari "gencatan senjata" antara Eropa dan Amerika Serikat, sekali lagi api perang dagang antara Eropa dan Amerika akan menyala.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, memperingatkan serius tentang konflik perdagangan besar-besaran antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, seraya mengatakan bahwa Uni Eropa harus mempersiapkan diri untuk skenario terburuk.

Kinerja Trump telah menunjukkan bahwa ia bahkan tidak puas dengan mendapatkan insentif lebih besar dari saingannya, bahkan menginginkan hak-hak istimewa baru. Sejatinya, perang dagang dan ekonomi adalah salah satu karakter paling menonjol pemerintah Trump.