Dukungan Trump terhadap Algojo
https://parstoday.ir/id/news/world-i64526-dukungan_trump_terhadap_algojo
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mereaksi penghinaan berulangkali Presiden AS, Donald Trump terhadap bangsa Iran, dengan mengatakan, sikap ekstrem AS dalam masalah "pemberangusan bangsa Iran" tidak pernah berubah.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 22, 2018 13:07 Asia/Jakarta
  • Presiden AS, Donald Trump dan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman
    Presiden AS, Donald Trump dan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mereaksi penghinaan berulangkali Presiden AS, Donald Trump terhadap bangsa Iran, dengan mengatakan, sikap ekstrem AS dalam masalah "pemberangusan bangsa Iran" tidak pernah berubah.

Zarif di akun Twitternya bercuit, "Penamaan berulangkali Iran sebagai 'bangsa teroris' menunjukkan permusuhan terhadap seluruh lapisan masyarakat Iran, yang menjadi alasan sebenarnya sanksi ilegal AS.

Menlu Iran, Mohammad Javad zarif

Presiden AS, hari Selasa menyampaikan statemen yang membela Raja Salman dan  Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman tidak terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi. Sebaliknya Trump menuding Iran menyulut instabilitas di kawasan dan kembali menghina bangsa Iran.

Presiden AS mengatakan, jika melihat Iran, kita akan memahami mereka saat ini adalah sebuah bangsa teroris. Sebelumnya, Trump juga menghina bangsa Iran ketika mengumumkan AS keluar dari JCPOA. Sepak terjang Trump tersebut menunjukkan klaimnya selama ini yang mendukung rakyat Iran sekedar isapan jempol belaka. Bagaimana pun sanksi AS terhadap Iran merupakan realitas sebenarnya dari permusuhan Gedung Putih terhadap Tehran, meskipun berulangkali mengklaim mendukung rakyat Iran.

Faktanya rakyat Iran selama empat dekade senantiasa mendukung negara Republik Islam Iran yang menyebabkan seluruh konspirasi musuh kandas. Dukungan rakyat terhadap pemerintah Iran selama ini juga menyebabkan AS marah.

Statemen terbaru Trump menunjukkan dukungan presiden AS terhadap rezim algojo yang melancarkan berbagai aksi pembunuhan rakyat tak bersalah di Yaman dan negara lainnya, juga di dalam negerinya sendiri. Trump berupaya  menyembunyikan kejahatan rezim Al Saud yang terbukti melakukan berbagai aksi pembunuhan termasuk terhadap warganya sendiri, sebagaimana menimpa Jamal Khashoggi, dengan mengangkat isu Iran sebagai bangsa teroris. Padahal publik dunia tahu Arab Saudi bersama AS membidani kelahiran kelompok teroris seperti alqaeda yang kemudian bermetamorfosis menjadi Daesh dan lainnya.  

Salah seorang anggota DPR AS, Anna Eskamani hari Rabu mereaksi statemen terbaru Trump dengan mengatakan, jika dikaji lagi sejarah Arab Saudi dan aksi terorisme yang terjadi di AS, dengan mudah diketahui negara mana yang paling banyak melakukan aksi terorisme di AS.

"Statemen  Trump membuat saya marah, Presiden AS berulangkali gagal untuk mengidentifikasi aksi kekerasan dan pelaku utamanya," ujar Eskamani.

Pernyataan Trump yang membela putera mahkota Arab Saudi dalam kasus pembunuhan Khashoggi, dan tudingannya terhadap Iran juga memicu reaksi publik dunia. Mantan Perdana Mneteri Swedia, Carl Bildt mengatakan, Jika Anda membeli senjata dari AS dan digunakan untuk menyerang Iran akan dibiarkan walaupun membunuh banyak orang dan represif.

Dukungan AS terhadap berlanjutnya kejahatan Arab Saudi di dalam dan luar negeri, terutama di Yaman dengan membantai warga tak bersalah, termasuk anak-anak, menunjukkan dukungan Washington terhadap rezim pembunuh dengan sosok algojonya,"Mohammed bin Salman" yang sedang dibela mati-matian oleh Trump dari kasus pembunuhan Khashoggi.(PH)