Rusia Peringatkan Perluasan Proyek Militer AS
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia memperingatkan perluasan proyek militer Amerika Serikat yang dikenal dengan PGS (Prompt Global Strike).
Sergei Ryabkov pada Sabtu (6/2/2016) memperingatkan peningkatan proyek PGS oleh AS dan menyatakan kekhawatiran atas produksi sistem-sistem baru rudal negara adidaya ini.
"Program-program provokatif militer AS akan berdampak merusak terhadap kemungkinan perundingan antara Moskow dan Washington tentang pengurangan senjata nuklir," kata Ryabkov seperti dilansir Sputnik.
Ia menabahkan, dalam kondisi seperti ini maka tidak ada kemungkinan untuk melanjutkan negosiasi dengan AS terkait dengan "pengurangan senjata nuklir."
Sebelumnya, Susan Rice, Penasihat Keamanan Nasional AS meminta dimulainya dialog baru tentang nuklir dengan Rusia bersamaan dengan ulang tahun kelima pelaksanaan "Traktat Baru Pengurangan Senjata-senjata Strategis (Strategic Arms Reduction Treaty)" atau dikenal dengan Start II.
Berdasarkan kesepakatan Start II, dalam waktu tujuh tahun, Rusia dan AS berjanji untuk mengurangi jumlah hulu ledak nuklirnya dari 2.200 menjadi 1.550 dan mengurangi sistem pembawa rudal nuklir mereka menjadi 700 buah.
Sejak era Perang Dingin hingga sekarang, hubungan antara Rusia dan AS telah mencapai level terendah menyusul meletusnya krisis Ukraina dan Suriah (IRIB Indonesia/RA)