Keamanan Regional dan Arah Baru Turki
https://parstoday.ir/id/news/world-i69702-keamanan_regional_dan_arah_baru_turki
Masalah keamanan regional dan global menjadi isu yang disoroti beragam kalangan dari berbagai negara dunia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 01, 2019 07:42 Asia/Jakarta

Masalah keamanan regional dan global menjadi isu yang disoroti beragam kalangan dari berbagai negara dunia.

Juru Bicara Kantor Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin menyoroti masalah penting ini dengan menekankan urgensi penyelesaian masalah keamanan secara internasional yang melibatkan semua kalangan.

Pandangan ini disampaikan Kalin dalam  Konferensi Keamanan Istanbul yang berlangsung baru-baru ini. Menurutnya, keamanan suatu negara saling bergantung dengan keamanan negara lainnya. Kalin mengatakan Turki menginginkan keamanan terwujud di negara-negara tetangga, kawasan dan dunia, sebab rasa aman tidak hanya diwujudkan di dalam negeri saja, tapi membutuhkan keamanan di tingkat yang lebih luas.

Juru bicara kantor kepresidenan Turki  juga mengatakan, "Jika semua orang ingin mengakhiri konflik Suriah, maka semua pihak harus memainkan peran yang lebih dinamis dan melakukan lebih banyak pembicaraan serta kerja sama di tingkat regional dan internasional,".

Statemen pejabat tinggi Turki ini sebagai indikasi awal arah baru politik luar negeri Turki dalam menyikapi dinamika regional, terutama konflik Suriah.

Selama ini, Turki berupaya untuk mengintensifkan perannya sebagai pemain penting dalam krisis Suriah yang dimulai sejak awal 2011, dengan tujuan meningkatkan pengaruh Ankara di kawasan tersebut. Turki mengambil berbagai langkah yang menyulut perluasan instabilitas regional, dan menjadi negara pendukung kelompok-kelompok teroris dan oposisi pemerintah Suriah. Langkah ini didasarkan pada gagasan bahwa perubahan rezim di Suriah akan terjadi dengan cepat. Tapi kalkulasi Ankara dan berbagai negara pendukung oposisi Suriah meleset. 

 

Dukungan rakyat Suriah terhadap presiden Bashar Assad

 

Kini, setelah tujuh tahun krisis Suriah berlalu, pemerintahan Ankara memahami bagaimana krisis tersebut berdampak negatif terhadap keamanan dan stabilitas regional, bahkan Turki sendiri dirugikan. Sebab serangan teroris di negara ini meningkat dan kelompok teroris takfir semacam Daesh berhasil menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Selama periode ini, penyelundupan narkotika dan perdagangan manusia juga meningkat. Di sisi lain, banjir pengungsi Suriah di Turki juga menyebabkan perekonomian negara ini terkena dampak negatif.

Kini, Ibrahim Kalin dalam statemennya yang disampaikan hari Senin menyerukan agar keamanan dipahami sebagai masalah global yang melibatkan para aktor internasional untuk menyelesaikan krisis yang terjadi. Namun, sangat penting bagi Turki untuk mempertimbangkan fakta bahwa sebagian besar pemain, terutama Amerika Serikat justru berusaha untuk melanjutkan krisis di kawasan tersebut. Oleh karena itu, konvergensi dengan para aktor ini hanya akan meningkatkan biaya keamanan bagi Turki. Sebab para aktor transregional membayar biaya lebih sedikit karena jarak geografis dari krisis regional, sementara aktor regional justru mengeluarkan biaya sangat besar, terutama korban jiwa yang tak terhitung akibat petualangan berbahaya tersebut.(PH)