Peringatan dari Mantan Pejabat Anti-Teror: Trump, Jangan Terjebak Perang
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Joe Kent, mantan Direktur Pusat Nasional Kontraterorisme AS yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri karena menentang perang agresif AS dan rezim Zionis melawan Iran, telah menyarankan serangkaian pedoman kepada Presiden AS agar AS keluar dari krisis yang diciptakannya di Timur Tengah.
Sebagaimana dilaporkan ISNA, Rabu, 29 Juli 2026, Joe Kent, dalam sebuah pesan di media sosial X, dengan merujuk pada perang ilegal Trump terhadap Iran, mengatakan, "Untuk mengeluarkan AS dari perang ini, sebelum keadaan menjadi lebih buruk, Trump harus fokus pada dua hal utama."
Kent, dengan menekankan bahwa poin pertama adalah "menahan Israel", mengatakan bahwa Trump harus mengatakan "tidak" kepada Netanyahu dan tidak tertipu oleh masalah Gunung Kolang serta tidak mengejar apa yang ia sebut "kabut nuklir", mengatakan, "(Trump) harus meminta Israel untuk keluar dari Lebanon, dan jika tidak, memotong bantuan militer AS. Ingatlah bahwa Israel telah menyeret AS ke dalam krisis ini. Sebuah fakta yang kini telah dikonfirmasi. Jangan sekali lagi jatuh ke dalam perangkap tindakan yang mengarah pada eskalasi konflik."
Dengan menekankan bahwa langkah kedua adalah "membuka kembali selat-selat", termasuk Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, ia menyatakan, "(Trump) harus menarik pasukan AS dari kawasan terlebih dahulu, dan kemudian, melalui diplomasi dan insentif ekonomi, mengembalikan aliran ekspor minyak."
Kent menegaskan bahwa Trump tidak dapat mengubah Iran melalui sanksi, karena "Iran tidak akan runtuh karena tekanan ekonomi".
Mantan pejabat AS ini melanjutkan, "Kerusakan yang dapat ditimbulkan Iran dengan menggunakan Selat Hormuz sebagai tuas tekanan jauh lebih besar daripada kerusakan yang dapat ditimbulkan AS dengan sanksi lebih lanjut."
Ia menegaskan, "Trump harus memanfaatkan peluang yang dengan cepat hilang ini dan keluar dari kawasan selama itu masih memungkinkan. Dengan cara ini, ia akan menarik AS keluar dari konflik Timur Tengah dan mengalihkan fokus pemerintah kembali ke masalah domestik dan masalah warga Amerika. Ini adalah sebuah kemenangan."
Kent pada akhirnya memperingatkan bahwa setiap dimulainya kembali agresi dari AS dapat mengarah pada perang skala penuh, yang akan mengakibatkan korban jiwa yang besar, biaya keuangan yang sangat besar, dan kerusakan serius pada ekonomi AS, dan Trump tidak akan lagi mampu memperbaiki konsekuensinya.(Sail)