AS Ingin Gelar Perang dengan Bekal Informasi Palsu
https://parstoday.ir/id/news/world-i71631-as_ingin_gelar_perang_dengan_bekal_informasi_palsu
Dua mantan pejabat Amerika menyatakan Washington selalu menggunakan informasi palsu untuk memulai sebuah perang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 06, 2019 15:28 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi bendera nasional Iran dan Amerika Serikat.
    Ilustrasi bendera nasional Iran dan Amerika Serikat.

Dua mantan pejabat Amerika menyatakan Washington selalu menggunakan informasi palsu untuk memulai sebuah perang.

Hal itu diungkapkan oleh Daniel Benjamin, mantan koordinator untuk kontraterorisme AS di era Obama, dan Steven Simon, direktur senior di Dewan Keamanan Nasional untuk Kontraterorisme di Asia Barat pada masa pemerintahan Clinton.

Dalam artikelnya di majalah Politico, Sabtu (6/7/2019), mereka mengatakan serangan kapal tanker minyak di Laut Oman adalah bagian dari operasi "bendera palsu" untuk memicu perang antara AS dan Iran.

"Siapa yang benar-benar telah menyerang tanker minyak? Apakah itu Iran, sebagaimana klaim pemerintahan Trump? Atau apakah itu kerjaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab atau Israel — atau gabungan dari ketiganya?," tulis Benjamin dan Simon.

"Kami berdua yakin bahwa serangan ini adalah bagian dari operasi bendera palsu untuk memicu perang antara AS dan Iran. Video yang menunjukkan orang-orang Iran sedang mengambil ranjau yang tidak meledak dari badan kapal adalah rekaman palsu," ujar mereka dalam artikelnya itu.

Menurut Benjamin dan Simon, tampaknya masuk akal bahwa Arab Saudi terlibat dalam serangan itu, karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman sedang bersorak untuk sebuah konflik.  

"Epidemi berita palsu saat ini bukan hanya mengguncang politik AS, tetapi mungkin akan berakhir dengan sebuah perang," pungkas mereka.

Dua kapal tanker diserang di Laut Oman pada 13 Juni 2019. AS, Inggris, Saudi, Uni Emirat Arab dan rezim Zionis menuduh Iran sebagai pelaku serangan tanpa memberikan bukti apapun. (RM)