Dukungan Baru Trump untuk Arab Saudi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejalan dengan "komersialisasi kebijakan luar negeri" menjadikan penjualan senjata sebagai prioritas pemerintahannya.
Trump menjual lebih dari 8 miliar dolar senjata ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania dalam kerangka mendukung sekutu regional AS dan mengejar keuntungan ekonomi. Hal ini dilakukan dengan mengumumkan situasi darurat nasional untuk melangkahi Kongres.
Keputusan Trump ditentang keras oleh para anggota Kongres dan mereka mengambil langkah-langkah untuk membatalkan transaksi senjata tersebut.
Namun pada Rabu, (25/7/2019), Trump memveto tiga resolusi Kongres yang memblokir penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA. Kongres AS membutuhkan dua pertiga suara untuk membatalkan veto ini dan kecil kemungkinan memperoleh suara mayoritas karena beberapa politisi Republik mendukung kebijakan Trump terkait Riyadh.
Sebelum ini, Trump memberi tahu Kongres tentang niatnya untuk menjual senjata milyaran dolar ke Saudi, UEA, dan Yordania dengan alasan meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Dengan mengumumkan situasi darurat nasional, presiden AS bisa menjual senjata dengan mengabaikan undang-undang pengendalian senjata dan otorisasi Kongres.
Ini adalah veto kedua Trump dalam mendukung sekutunya, Arab Saudi dan UEA. Pada 16 April 2019, dia memveto resolusi Kongres soal penarikan militer AS dari koalisi Saudi dalam perang Yaman.
DPR AS melakukan voting pada April 2019 untuk mengakhiri dukungan AS dalam perang Saudi di Yaman. Para senator baik Demokrat maupun Republik, menunjukkan kekecewaan mereka terhadap langkah Gedung Putih, yang mengabaikan Kongres dalam membuat keputusan penting.
Para politisi AS percaya bahwa dukungan AS dalam perang Yaman bertentangan dengan prinsip konstitusi, yang mengatur wewenang Kongres untuk membuat keputusan soal perang.
Menurut The New York Times, tidak ada isu lain di bidang kebijakan luar negeri AS yang memicu keretakan antara Trump dan Kongres melebihi masalah Arab Saudi.
Dengan veto baru ini, Trump ingin mengingatkan Kongres bahwa keputusan yang menyangkut keamanan nasional AS berada di tangan presiden, dan Kongres tidak berhak ikut campur.
Kebijakan pemerintahan Trump adalah memberi dukungan penuh kepada rezim Saudi. Riyadh adalah mitra strategis dan ekonomi Washington di Asia Barat dan salah satu pembeli terbesar senjata dari AS. Abu Dhabi juga merupakan mitra regional penting Washington dan selalu setia memborong senjata dari Negeri Paman Sam.
Oleh karena itu, Trump tidak tertarik untuk menurunkan level hubungannya dengan Riyadh dan Abu Dhabi.
Majalah The American Conservative menulis, "Riyadh adalah salah satu contoh terbaik tentang bagaimana penjualan senjata AS ke Saudi akan merusak keamanan kita dan keamanan Asia Barat. Saudi tidak hanya menggunakan senjata ini untuk membunuh ribuan orang tak bersalah di Yaman, tetapi dengan bantuan UEA dan dalam beberapa kasus, senjata-senjata ini diserahkan kepada milisi dan teroris."
Namun, Trump memandang kedua negara tersebut sebagai alat untuk memenuhi kepentingan AS dan ia bahkan menyebut Arab Saudi sebagai sapi perah. (RM)