Turki Minta Pemimpin Baru AS kembali ke Perjanjian Nuklir Iran
-
Bendera negara-negara anggota perjanjian nuklir JCPOA plus Uni Eropa.
Juru bicara pemerintah Turki, Ibrahim Kalin mengatakan pemerintahan baru AS perlu kembali ke perjanjian nuklir JCPOA, dan berinteraksi dengan Iran akan selalu lebih baik daripada menjauhkan diri dari negara itu.
Hal itu disampaikan Kalin dalam konferensi virtual yang diadakan oleh German Marshall Fund, wadah pemikir kebijakan publik Amerika pada hari Rabu (9/12/2020) seperti dikutip Tasnimnews.
"Bergabungnya kembali AS dengan JCPOA akan membantu mengurangi ketegangan dan ini menguntungkan kawasan," ujarnya.
Sejauh ini, banyak negara termasuk Asia Timur memandang langkah yang paling logis bagi pemerintahan baru AS adalah segera kembali ke perjanjian nuklir Iran.
Pada Mei 2018, pemerintah AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir JCPOA dan mengembalikan sanksi-sanksi terhadap Iran, yang melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB. (RM)