Heiko Maas: JCPOA bukan Kesepakatan tanpa Cacat
https://parstoday.ir/id/news/world-i90200-heiko_maas_jcpoa_bukan_kesepakatan_tanpa_cacat
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas Rabu (27/1/2021) di sebuah lembaga think tank Israel mengklaim, JCPOA bukanlah kesepakatan yang sempurna, tetapi keberadaannya lebih disukai daripada tidak adanya.
(last modified 2026-04-22T10:22:51+00:00 )
Jan 28, 2021 08:17 Asia/Jakarta
  • Menlu Jerman Heiko Maas
    Menlu Jerman Heiko Maas

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas Rabu (27/1/2021) di sebuah lembaga think tank Israel mengklaim, JCPOA bukanlah kesepakatan yang sempurna, tetapi keberadaannya lebih disukai daripada tidak adanya.

Seraya menuding Iran melakukan langkah-langkah berbahaya selama beberapa pekan lalu, Heiko Maas mengklaim, JCPOA sarana terbaik untuk menghadapi langkah Iran.

Lebih lanjut menlu Jerman meminta Iran harus dicegah menggapai senjata nuklir.

JCPOA

Statemen menggelikan Heiko Maas ini dirilis di saat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sampai saat ini berulang kali menekankan komitmen Tehran terhadap JCPOA dan status damai aktivitas nuklir Iran.

Jerman dan Prancis selama beberapa pekan terakhir, dalam sebuah langkah yang selaras dengan Amerika, ingin menerapkan tekanan terhadap Republik Islam Iran dengan alasan peran regional dan program pertahanan rudal Iran.

Troika Eropa, Jerman, Prancis dan Inggris, setelah keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018 seraya menjamin kepentingan Iran berjanji akan mempertahankan kesepakatan nuklir ini. Negara-negara ini meski secara verbal menentang langkah Amerika, namun mereka tidak menjalankan janjinya untuk mengkomensasi dampak dari langkah Amerika tersebut.

Di kondisi seperti ini, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019, setahun setelah AS keluar dari JCPOA menyatakan, Iran berdasarkan butir 26 dan 36 JCPOA akan menurunkan komitmennya secara bertahap sehingga akan ada keseimbangan antara komitmen dan haknya.

Pemerintah Iran pada Ahad 5 Januari 2020 di statemennya mengumumkan langkah kelima dan terakhir di penurunan komitmen negara ini di JCPOA. (MF)