Uni Eropa Akui Gagal Penuhi Kepentingan Iran di Bawah JCPOA
-
Josep Borrell.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengakui bahwa blok tersebut telah gagal mendukung hubungan perdagangan legal antara perusahaan Eropa dan Iran dalam beberapa tahun terakhir.
"Tahun lalu, kami menghabiskan banyak waktu bagi pengembangan mekanisme untuk mendukung perdagangan dengan Iran, tetapi efektivitas mekanisme ini masih terbatas," ujarnya seperti dilaporkan televisi Aljazeera, Senin (1/2/2021).
Dia menuturkan bahwa Uni Eropa akan berusaha untuk menemukan cara baru untuk mengoperasikan layanan keuangan dengan mitra dagang resmi.
"Kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) merupakan salah satu pencapaian utama diplomasi Eropa, namun implementasi kesepakatan ini dipertanyakan setelah Amerika Serikat keluar dari JCPOA dan tindakan pemerintahan Trump menyanksi Iran," kata Borrell.
"Kami tidak dapat mengomentari statemen yang dibuat oleh pihak-pihak yang hadir dalam JCPOA. Namun, segala upaya akan dilakukan sehingga kami dapat memastikan bahwa semua anggota kesepakatan nuklir memenuhi kewajiban mereka," imbuhnya.
Pasca pengumuman keluarnya AS dari JCPOA pada Mei 2018, pihak Eropa berusaha untuk menjaga Iran tetap berada dalam JCPOA dan menawarkan prakarsa untuk meredam efek sanksi AS dalam bentuk mekanisme keuangan Eropa dan Iran, yang disebut Instex.
Instex merupakan instrumen keuangan khusus yang dibuat oleh Jerman, Prancis dan Inggris pada 31 Januari 2019 untuk memfasilitasi transaksi perdagangan non-dolar dengan Iran. Namun hingga sekarang sistem tersebut belum beroperasi secara penuh. (RM)