Lintasan Sejarah 14 Juli 2016
Hari ini, Kamis tanggal 14 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Shirin Meninggal Dunia
1327 tahun yang lalu, tanggal 9 Syawal 110 Hq, Ibnu Shirin seorang ahli fiqih dan hadis terkenal abad ke 2 hijriah, meninggal dunia.
Ibnu Shirin dilairkan di kota Bashrah, Irak selatan dan sejak remaja telah mempelajari ilmu, kezuhudan, dan ketabahan. Ibnu Shirin sangat mengutamakan hadis-hadis Rasulullah Saw.
Dengan teliti dan hati-hati, dia menghapal banyak hadis-hadis tersebut. Ketelitiannya itu membuatnya jadi bahan rujukan para penulis terkemuka. Ibnu Shirin selama masa hidupnya mengenal 30 sahabat Rasulullah Saw dan dia banyak meninggalkan berbagai karya penulisan.
Penjara Bastille Diserbu Warga Paris
227 tahun yang lalu, tanggal 14 Juli tahun 1789, warga Paris menyerbu Bastille, sebuah penjara yang menjadi simbol tirani kerajaan Dinasti Bourbon.
Aksi dramatis ini menandai dimulainya Revolusi Perancis.
Bastille dibangun pada tahun 1370 sebagai benteng untuk melindungi kota Paris dari serangan Inggris. Pada abad ke-17, Bastille untuk pertama kalinya digunakan sebagai penjara tempat menahan para penjahat kelas atas, tahanan politik, dan mata-mata. Sebagian besar tahanan langsung dipenjara tanpa melalui pengadilan atas perintah raja.
Menjelang musim panas tahun 1789, proses pergolakan revolusi di Perancis semakin menghebat seiring dengan kekurangan makanan yang diderita rakyat tahun itu. Penyerbuan dan pendudukan atas penjara Bastille menandai berakhirnya rezim monarkhi dan memberikan momentum bagi kelanjutan revolusi Perancis.
Para pejuang revolusi yang didukung oleh empat perlima tentara Perancis akhirnya berhasil menguasai kota Paris dan sekitarnya lalu memaksa Raja Louis XVI untuk menerima pemerintahan konstitusional. Pada tahun 1792, sistem kerajaan dihapuskan dan Raja Louis beserta istrinya, Marie-Antoinette, dihukum pancung. Atas perintah pemerintahan baru, penjara Bastille diruntuhkan dan tanggal 14 Juli setiap tahun diperingati sebagai hari libur nasional dengan nama Hari Bastille.
Ayatullah Behbahani Gugur Syahid
106 tahun yang lalu, tanggal 24 Tir 1289, Ayatullah Sayid Abdullah Behbahani,seorang ulama terkemuka Iran dan salah satu pemimpin dalam Revolusi Konstitusional Iran, gugur syahid dibunuh antek-antek pemerintah despotik.
Sayid Behbahani lahir di kota Najaf dan menuntut ilmu-ilmu agama dari ayah beliau yang juga merupakan seorang ulama pejuang, Sayid Ismail Mujtahid Behbahani. Selain itu, Sayid Behbahani juga belajar dari ulama-ulama besar lainnya seperti Mirza Hasan Shirazi.
Sebelum dimulainya Revolusi Konstitusional, Ayatullah Behbahani telah aktif berjuang untuk memperbaiki situasi politik di Iran. Kemudian, Ayatullah Behbahani bergabung dengan ulama-ulama Iran lainnya untuk berjuang menegakkan konstitusi dalam sistem kerajaan di Iran yang sebelumnya bersifat absolut dan diktator.
Kerajaan Irak Dikudeta
58 tahun yang lalu, tanggal 14 Juli 1958, pemerintahan kerajaan di Irak digulingkan oleh kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Abdul Karim Qasim.
Sejak itu pula, sistem pemerintahan Irak diubah menjadi sistem republik. Dalam kudeta ini, Raja Faisal Kedua, putra mahkota Pangeran Abdullah, dan perdana menteri Nuri Said, beserta sejumlah pendukung kerajaan lainya tewas dibunuh.
Jenderal Abdul Karim Qasim berkuasa di Irak hingga tahun 1963 ketika ia tewas dibunuh dalam kudeta yang dilakukan oleh teman dekatnya sendiri, Abdus-Salam Arif.
Ayatullah Shostari Jazairy Meninggal
22 tahun yang lalu, tanggal 24 Tir 1373 Hs, Ayatullah Shostari Jazairy, seorang ulama, ahli astronomi, dan penyair Iran, meninggal dunia.
Ayatullah Shostari Jazairy belajar ilmu al-Quran, matematika dan astronomi dari ayah beliau. Beliau kemudian menuntut ilmu dari ulama-ulama besar lainnya di hauzah ilmiah Qom, Iran, di antaranya Ayatullah Hairi Yazdi, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.
Selain mengabdikan hidupnya untuk menimba ilmu, melakukan penelitian, dan mengajar, Ayatullah Shostari Jazairy juga aktif dalam perjuangan menentang rezim Syah Pahlevi yang despotik.