Okt 17, 2023 11:09 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 17 Oktober 2023

Hari ini, Selasa, 17 Oktober 2023 bertepatan dengan 1 Rabiul Tsani 1445 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 25 Mehr 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.

Wafatnya Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi

 

Tanggal 1 Rabiul Tsani 584 HQ, Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia.

Mulla Ali bin Mulla Fathullah Nahawandi Najafi adalah seorang ulama besar Syiah abad 14 Hijriah. Beliau dikenal menguasai banyak disiplin ilmu mulai dari fiqih, ushul fiqih, rijal hingga sastra.

Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi merupakan murid Syeikh Murtadha al-Anshari dan Mirza Abolqasem Kalantari.

Tasyrih al-Ushul al-Shagir dan Muqaddimah al-Wajib merupakan sebagian dari karya ilmiah beliau. Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia pada 1 Rabiul Tsani 584 Hq akibat penyakit yang dideritanya dan di makamkan di pekuburan umum Wadi al-Salam, Najaf Asyraf, Irak.

 

Pendirian Bank Eghtesad Iran

Tanggal 25 Mehr 1338 HS, didirikan Bank Eghtesad Iran yang seluruh sahamnya berasal dari dalam negeri dengan modal pertama 100 juta riyal.

Bank ini secara resmi mendapat izin melakukan jual beli valuta asing. Dengan demikian di awal beroperasinya bank ini langsung melayani segala bentuk layanan bank. Namun Bank Eghtesad Iran tidak berusia lama.

Sekalipun telah membuka cabang di sejumlah negara Eropa, Amerika dan Asia, Bank Eghtesad Iran pada tahun 1341 akhirnya dibubarkan.

 

Negara Arab Pengekspor Minyak Embargo Amerika dan Inggris


Tanggal 17 Oktober 1973, negara-negara arab produsen minyak memulai embargo minyaknya terhadap Amerika, Inggris, dan negara-negara lain yang menjual minyaknya kepada Israel.

Embargo ini dilakukan karena Amerika dan Inggris memberikan bantuan militer secara besar-besaran kepada Zionis Israel dalam perang antara rezim ini dengan Suriah dan Mesir yang dimulai pada tanggal 6 Oktober tahun itu.

Sehari setelah pengumuman dinaikkannya harga minyak oleh OPEC, negara-negara Arab mengumumkan embargonya terhadap Amerika, Inggris, dan Israel. Akibatnya, harga minyak menjadi semakin tinggi. Negara-negara Barat mendapat kesulitan besar akibat embargo ini dan periode ini disebut sebagai "Oil Shock".

Pada bulan Maret 1974, embargo ini ditarik kembali setelah Menlu AS, Henry Kissinger berhasil menegoisasi perjanjian gencatan senjata antara Israel dan suriah. Peristiwa ini membuktikan bahwa sesungguhnya negara-negara Timur Tengah memiliki senjata yang kuat untuk menekan AS dan Barat pada umumnya agar tidak terus melindungi rezim Zionis