Lintasan Sejarah 21 Oktober 2023
Hari ini, Sabtu, 21 Oktober 2023 bertepatan dengan 5 Rabiul Tsani 1445 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 29 Mehr 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Kharaqi Marvazi, Matematikawan Wafat
Tanggal 5 Rabiul Tsani 532 HQ Kharaqi Marvazi, matematikawan muslim meninggal dunia.
Kharaqi Marvazi lahir di daerah Kharaqi. Ia seorang matematikawan dan penulis besar di bidang sejarah, geografi dan matematika.
Kharaqi Marvazi merupakan ilmuwan istana Kharazmshahian dan memiliki posisi penting. Ia termasuk sejumlah ilmuwan di masa stagnasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam. Karya-karyanya antara lain Muntaha al-Idrak dan at-Tabshirah fi Ilm al-Haiah.
Alfred Nobel Lahir
Tanggal 21 Oktober 1833, Alfred Nobel, seorang ahli kimia dan pencipta dinamit asal Swedia, terlahir ke dunia.
Karena ketertarikannya yang mendalam dalam bidang kimia, dia banyak melakukan penelitian dan berhasil menciptakan dinamit. Berlawanan dengan harapan Nobel, pemerintahan berbagai negara malah menggunakan dinamit dalam peperangan dan menyebabkan pembunuhan massal umat manusia.
Nobel yang sangat kaya dan kecewa dengan penyalahgunaan hasil temuannya kemudian menyerahkan kekayaannya sebagai hadiah kepada orang-orang yang berjasa di bidang perdamaian, sastra, dan ilmu. Namun, lagi-lagi, berbeda dengan harapannya, hadiah Nobel dewasa ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik Barat.
Aksi Mogok Buruh Kilang Minyak Iran
Tanggal 29 Mehr 1357 HS, para pekerja kilang minyak Iran memulai aksi mogoknya dalam rangka menentang rezim despotik yang berkuasa saat itu, yaitu rezim Shah Pahlevi.
Gerakan mogok massal mereka ini membuat ekspor minyak Iran keluar negeri terhenti dan akibatnya, rezim Shah kehilangan sumber pendapatannya yang terbesar. Selain itu, terhentinya eskpor minyak Iran ke luar negeri mengakibatkan harga minyak di pasar dunia naik tajam.
Rezim Shah dengan berbagai cara, termasuk represi, berusaha membuat para pekerja kilang minyak Iran kembali bekerja, namun pemogokan itu terus berlangsung hingga tergulingnya rezim ini.