Okt 22, 2023 10:41 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 22 Oktober 2023

Hari ini, Minggu, 22 Oktober 2023 bertepatan dengan 6 Rabiul Tsani 1445 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 30 Mehr 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.

Mir Sayid Syarif Jurjani Wafat

 

Tanggal 6 Rabiul Tsani 816 HQ, Mir Sayid Syarif Jurjani meninggal dunia dan dikebumikan di Shiraz.

 

Sayid Ali bin Muhammad bin Ali al-Huseini yang lebih dikenal dengan sebutan Mir Sayid Syarif Jurjani Astarabadi lahir di kota Gorgan. Ia termasuk ulama besar Ahli Sunnah dan ahli teolog. Jurjani memiliki pemahaman yang mendalam dan pemikiran yang detil.

 

Mir Sayid Syarif Jurjani merupakan murid dari Quthbuddin ar-Razi dan semasa dengan Mulla Saad Taftazani. Ia meninggalkan banyak karya tulis seperti al-Ushul al-Manthiqiyah, at-Turjuman fi Lughat al-Quran, Ta’rifat dan Sharf Mir.

 

Di akhir masa hidupnya, Sayid Syarif kemudian meninggalkan segala ilmu-ilmu resmi yang pernah dikuasainya dan mulai memasuki dunia sair dan suluk atau tasawuf. Ia ikut kulian Khajah Alauddin untuk membersihkan jiwa.

 

Pemutusan Hubungan Diplomatik Inggris-Iran

 

Tanggal 30 Mehr 1331 HS, Dokter Hossein Fatimi, Menteri Luar Negeri Iran di masa pemerintahan Perdana Menteri Mosaddegh, mengumumkan pemutusan hubungan politik antara Iran dan Inggris.

 

Setelah disahkan oleh Kabinet, keputusan pemutusan hubungan itu diserahkan kepada Kuasa Usaha Inggris di Tehran.

 

Doktor Fatimi menyatakan bahwa alasan pemutusan hubungan Tehran-London ini dikarenakan Inggris tidak memenuhi keinginan bangsa Iran yang menyangkut hak-hak Iran, di antaranya dalam masalah nasionalisasi kilang minyak. Ia juga mengingatkan pemerintah London agar mengubah sikap politiknya terhadap Tehran.

 

Arnold Toynbee Meninggal Dunia


Tanggal 22 Oktober 1975, Arnold Toynbee, seorang sejarawan terkenal Inggris, meninggal dunia.

 

Toynbee dikenal dengan pandangannya bahwa masa lalu adalah pergantian peradaban, bukan perubahan politik. Di antara buku-buku yang ditulis oleh Toynbee, yang paling terkenal berjudul "a Study of History" yang terdiri dari 12 volume. Buku ini banyak mempengaruhi perilaku modern di bidang sejarah, agama, dan hubungan internasional.

 

Buku ini adalah studi komparatif terhadap 26 peradaban dunia. Di dalamnya, Toynbee menganalisis perkembangan dan disintegrasi peradaban-peradaban tersebut. Menurut hipotesis Toynbee, kegagalan sebuah peradaban untuk bertahan hidup adalah akibat dari ketidakmampuannya untuk merespon tantangan moral dan agama, bukan akibat tantangan fisik atau lingkungan.