Feb 12, 2018 16:52 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 12 Februari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Jumadil Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Bahman 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Ya’is Meninggal Dunia

796 tahun yang lalu, tanggal 25 Jumadil Awal 643 HQ, Ibnu Ya'is, sastrawan dan ilmuwan Arab meninggal dunia di Halb (Aleppo), sebuah kota di Suriah.

Selama hidupnya, dia belajar Nahwu dan Hadis di kota Halb, Maushul, dan Damaskus dan setelah menyelesaikan pelajarannya, dia mengisi waktunya dengan mengajar.

Ibnu Ya'is terkenal dalam bidang ilmu nahwu dan banyak sekali dari murid-muridnya yang menjadi terkenal dan masuk ke jajaran para ilmuan pada masa itu. Salah satu di antara murid ibnu Ya'is adalah Ibnu Khalikan, seorang sastrawan dan sejarawan terkenal abad ke 7 Hijriah.

Sejarah

Hasan Al-Banna Gugur Syahid

70 tahun yang lalu, tanggal 12 Februari tahun 1948, Hasan al-Banna, seorang pejuang muslim terkemuka dan pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin, gugur syahid dalam teror yang dilancarkan Raja Mesir saat itu, yaitu Raja Faruq yang berkonspirasi dengan imperialis Inggris.

Hasan al-Banna selama masa pendidikannya di universitas aktif berjuang menentang imperialisme asing di negerinya. Pada tahun 1928, beliau mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin yang memperjuangkan penegakan nilai-nilai Islam dalam masyarakat dan pemerintah. Secara cepat, organisasi ini berkembang ke berbagai negara muslim dan Hasan al-Banna menjadi sangat terkenal di dunia Islam.

Pada tahun 1948, organisasi ini dibubarkan pemerintah Mesir atas tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Mesir saat itu dan merencanakan konspirasi untuk menggulingkan Raja Faruq. Para anggota organisasi ini banyak yang ditangkap, termasuk Hasan al-Banna yang akhirnya dibunuh. Meskipun demikian, hingga kini organisasi tersebut masih terus aktif melanjutkan perjuangan mereka di berbagai negara Islam.

Hasan al-Banna

Imam Perintahkan Bentuk Komite Revolusi Islam Iran

39 tahun yang lalu, tanggal 23 Bahman 1357 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan dibentuknya Komite Revolusi Islam Iran.

Setelah rezim Shah lengser dan kemenangan Revolusi Islam Iran, rakyat masih tetap terlibat kontak senjata untuk menghancurkan pertahanan terakhir sisa-sisa anasir rezim. Sementara sebagian rakyat bertanggung jawab melindungi pusat-pusat penting di kota-kota. Dalam kondisi yang semacam ini, dirasa ada kebutuhan penting dibentuknya sebuah organisasi yang bertugas melawan kaki tangan rezim Shah.

Dengan dasar ini, pada 23 Bahman 1357 HS, sehari setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah agar segera dibentuk Komite Revolusi Islam untuk mengontrol situasi serta menciptakan stabilitas dan keamanan. Sejak didirikan, lembaga ini serius mengatur dan melindungi Revolusi Islam, di samping menjaga jiwa, harta dan kehormatan rakyat. Imam Khomeini ra juga memerintah agar senjata yang ada di tangan rakyat harus dikumpulkan oleh lembaga ini.

Kewajiban paling penting Komite Revolusi Islam adalah menghadapi konspirasi asing, menangkap orang-orang dekat rezim Pahlevi, mencegah penyelundupan senjata, menyita harta rezim Pahlevi, menciptakan keamanan di kota, desa dan perbatasan, menjaga tempat-tempat penting dan menghadapi munafikin dan perusuh. Akhirnya pada tahun 1369 Hs, sesuai dengan maslahat lembaga ini digabungkan dengan lembaga-lembaga lain menjadi Kepolisian Republik Islam Iran.

Imam Khomeini ra