Apr 21, 2018 00:18 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 21 April 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abul Fadhl Al-Abbas Lahir

 

1412 tahun yang lalu, tanggal 4 Sya'ban 27 HQ, Abbas bin Ali yang lebih dikenal dengan nama Abul Fadhl, lahir ke dunia.

 

Beliau adalah putera Imam Ali as dari istri beliau, Ummul Banin. Abul Fadhl dibesarkan bersama saudara-saudaranya, yaitu Imam Hasan as dan Imam Husein as dalam didikan spiritual Imam Ali as.

 

Ketika Imam Hasan memegang tampuk imamah atau kepemimpinan atas umat Islam, Abul Fadhl termasuk pendamping Imam yang sangat setia. Kesetiaan kepada jalan suci Ahlul Bait dia tunjukkan pada peristiwa heroik pembantaian keluarga Rasulullah di Padang Karbala, yang berakhir dengan gugurnya Imam Husein as. Dalam peristiwa itu, Abul Fadhl al-Abbas termasuk di antara para syuhada Karbala dengan kondisi kaki dan tangan terpotong-potong.

 

Hari kelahiran beliau oleh bangsa Iran dijadikan sebagai Hari Cacat Perang Nasional, dan rakyat Iran serta seluruh pengikut Ahlul Bait sedunia selalu mengenang pengorbanan al-Abbas untuk kemudian  dijadikan teladan dalam pengorbanan demi kepentingan Islam dan kaum Muslimin.

Image Caption

 

Sohrab Sepehri Meninggal

 

38 tahun yang lalu, tanggal 1 Ordibehesht 1359 HS, Sohrab Sepehri, seorang penyair dan pelukis kontemporer Iran, meninggal dunia.

 

Dia dilahirkan tanggal 14 Mehr 1307 di kota Qom, Iran. Awalnya, Sepehri bekerja sebagai guru dan kemudian memulai karir di bidang seni.

 

Karya-karya lukis Sepehri memiliki gaya yang khas dan unik sehingga banyak mendapatkan penghargaan seni. Pada tahun 1952, Sepehri menerbitkan kumpulan syair pertamanya berjudul Kematian Warna, yang disusul dengan berbagai karya lainnya seperti Nyanyian Matahari dan Musafir.

 

Demontrasi Tiananmen Dimulai

 

29 tahun yang lalu, tanggal 21 April 1989, enam hari setelah tewasnya Hu Yaobang, seorang tokoh reformasi China, ratusan ribu mahasiswa negara itu berkumpul di lapangan Tiananmen, di kota Beijing untuk memprotes pemerintahan komunis di Cina yang otoriter.

 

Demontrasi itu kemudian meluas ke universitas-universitas di berbagai penjuru Cina.

 

Pada tanggal 27 April, mahasiswa dari 40 universitas di Cina memulai pawai ke Tiananmen yang disertai para buruh, dan kaum intelektual. Hingga pertengahan bulan Mei, lapangan Tiananmen dipenuhi oleh lebih sejuta demonstran.

 

Pemerintah Cina kemudian mengirimkan tentara untuk mengosongkan lapangan dan menghentikan demonstrasi tersebut, sehingga menyebabkan terbunuhnya ratusan demonstran. Ratusan lainnya ditangkap dan kemudian dieksekusi.