Lintasan Sejarah 25 Mei 2018
-
25 Mei 2018
Hari ini, Jumat tanggal 25 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Ramadhan 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Khordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Pelaut Perancis Tiba di Teluk Guinea
658 tahun yang lalu, tanggal 25 Mei tahun 1360, sekelompok pelaut Perancis tiba di Teluk Guinea Afrika.
Sebelumnya, perairan Guinea di Afrika sejak tahun 1460 telah didatangi oleh pedagang Portugis. Sejak tahun 1849, penguasa Perancis mendeklarasikan kawasan di tepi Teluk Guinea yang saat itu diberi nama oleh Perancis dengan nama Rivieres Du Sud, menjadi kawasan koloninya yang disatukan dengan Senegal.
Penduduk pribumi Guinea berusaha melawan kolonialisme ini, namun akhirnya kalah. Pada tahun 1891, Rivieres Du Sud dipisahkan dari Senegal dan menjadi koloni terpisah yang diberi nama Guinea. Guinea akhirnya merdeka dari penjajahan Perancis pada tahun 1958.
Ologh Beigh Wafat
586 tahun yang lalu, tanggal 9 Ramadan 853 HQ, Ologh Beigh, seorang cendekiawan besar di bidang astronomi, meninggal dunia.
Ologh Beigh dilahirkan di Iran dan kemudian diasuh oleh kakeknya, "Timur" yang menjadi pendiri Dinasti "Timurian".
Di antara karya Ologh Beigh yang penting adalah pendirian observatorium tiga tingkat di kota Samarkhand, tahun 828 Hijriah dan penyusunan jadwal penghitungan penanggalan dan kondisi perbintangan, yang dikenal dengan nama "Deviasi Ologh Beigh".
Peresmian Museum Al-Quran di Masjid Saheb Al-Amr Tabriz
17 tahun yang lalu, tanggal 4 Khordad 1380 HS, museum al-Quran dan kalifgrafi diresmikan di lokasi masjid Saheb al-Amr.
Masjid Saheb al-Amr merupakan masjid kuno kota Tabriz yang terletak di tengah-tengah kota ini. Bangunan ini didirikan oleh Shah Tahmasib I dan sejak awal memang menjadi miliknya. Namun setelah beberapa waktu ketika pasukan Dinasti Ottoman menyerang Iran, masjid Saheb al-Amr dihancurkan rata dengan tanah.
Setelah pasukan Ottoman menarik pasukannya dari Tabriz, masjid ini kembali dibangun oleh Mirza Mohammad Ibrahim, Menteri Azerbaijan di masa pemerintahan Shah Soltan Hossein. Masjid Saheb al-Amr kembali mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi tahun 1193 HS dan pada tahun 1266 HS masjid ini direnovasi oleh Mirza Ali Akbar Khan, penerjemah Konsuler Rusia di Tabriz, sekaligus membangun madrasah Akbarieh di salah satu halaman masjid.