Lintasan Sejarah 28 Maret 2019
-
Lintasan Sejarah 28 Maret 2019
Hari ini, Kamis 28 Maret 2019 bertepatan dengan 21 Rajab 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Ibn Abi Al-Hadid meninggal dunia
784 tahun yang lalu, tanggal 21 Rajab 656 HQ, Ibn Abi Al-Hadid, seorang pemikir dan penulis muslim terkemuka meninggal dunia pada usia 70 tahun.
Pada saat Moghul menyerang Baghdad, ia ditawan, namun oleh beberapa pembesar saat itu ia diselamatkan dari maut.
Karya terkenal Ibn Abi Al-Hadid yaitu, "Syarah Nahjul Balaghah" yang merupakan penjelasan dari kumpulan perkataan Imam Ali as. Dalam buku tersebut, Ibn Abi Al-Hadid mengungkapkan keagungan Nahjul Balaghah dari sisi sastra, sejarah dan kalam. Karya lainnya antar lain "al-Abqari al-Hasan dan "as-Sab' al-Uluyat."
Rakyat Bangkit Melawan Shah Pahlevi di Arbain Syuhada Tabriz
41 tahun yang lalu, tanggal 8 Farvardin 1357 HS, rakyat bangkit melawan Shah Pahlevi di peringatan Arbain syuhada Tabriz.
Menyusul publikasi tulisan yang menghina Imam Khomeini ra di surat kabar Ettelaat pada 17 Dey 1356 Hs dan munculnya Kebangkitan 19 Dey di kota Qom, akhirnya warga Iran di seluruh penjuru negeri mulai melakukan demonstrasi menentang rezim Shah Pahlevi. Aksi demo ulama dan rakyat Qom mendukung Imam Khomeini ra, pemimpin mereka yang diasingkan dan protes mereka atas kelancangan terhadap ulama besar ini berujung pada aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan rezim Shah. Represi itu mengakibatkan jatuhnya banyak korban; baik yang syahid maupun yang cedera.
Mendekati peringatan 40 hari syuhada 19 Dey di Qom, kota Tabriz pada 29 Bahman 1356 menyelenggarakan peringatan yang diikuti secara luas oleh rakyat kota ini. Tapi peringatan ini dirusak oleh serangan yang dilakukan oleh aparat keamanan rezim Shah dengan senjata lengkap dan terjadilah tragedi kemanusiaan yang lebih buruk dari yang terjadi di Qom. Beberapa waktu berlalu dan ketika mendekati peringatan 40 hari tragedi tersebut, rakyat Iran di penjuru negeri melakukan aksi unjuk rasa. Sementara rakyat Tabriz sendiri melakukan aksinya pada 8 Farvardin 1357 HS.
Protes yang dilakukan rakyat semakin meluas. Ayatullah Sadouqi mengajak para pedagang menutup pasar dan bergabung dengan masyarakat di masjid Jami Yazd. Pertemuan akbar ini dimulai dengan pidato dan dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan. Namun seperti yang sudah-sudah, aparat keamanan dengan senjata lengkap menyerang warga dan banyak korban berguguran. Peringatan Arbain Syuhada Tabriz juga dilakukan di kota-kota seperti Ahvaz dan Jahrom. Di dua kota ini, militer Shah juga melakukan serangan membabi-buta.
Peristiwa ini membuat pergerakan Revolusi Islam semakin cepat yang berujung pada kemenangannya pada 22 Bahman 1357 HS.
Reaktor Nuklir di AS Bocor
40 tahun yang lalu, tanggal 28 Maret 1979, Amerika Serikat (AS) dilanda kecelakaan reaktor nuklir terbesar dalam sejarah negara itu.
Salah satu reaktor pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Three Mile Island di Dauphin County, Pennsylvania, rusak sehingga mengalami kebocoran radioaktif.
Peristiwa itu berlangsung pada dini hari ketika katup tekanan di reaktor Unit-2 gagal berfungsi. Ini mengakibatkan radiasi pada fasilitas pendingin dan air yang sudah tercemar itu mengalir ke gedung-gedung di sebelahnya. Komponen inti pada reaktor nuklir terancam meleleh sehingga mengakibatkan radiasi skala besar.
PLTN itu dibangun pada 1974 di pinggir sungai Susquehanna, negara bagian Pennsylvania, dan baru beroperasi pada 1978. Namun, setahun kemudian, PLTN mengalami kebocoran.
Tidak mau berisiko timbulnya korban jiwa, Gubernur Pennsylvania saat itu, Dick Thornburgh, langsung memerintahkan evakuasi. Dalam beberapa hari berikut, lebih dari seratus ribu orang yang berada di sekitar PLTN Three Mile Island mengungsi ke tempat yang jauh.
Presiden AS saat itu, Jimmy Carter, sampai turun tangan mengatasi bocornya radioaktif di PLTN Three Mile Island. Beruntung, reaktor yang rusak itu tidak meledak dan komponen inti tidak sampai meleleh. Situasi pun terkendali dan radiasi tidak sampai menyebar luas.
Namun, sejak saat itu, kepercayaan publik AS atas keamanan PLTN merosot drastis. Reaktor yang rusak itu tidak digunakan lagi.