Lintasan Sejarah 22 Juli 2019
-
22 Juli 2019
Hari ini, Senin 22 Juli 2019 bertepatan dengan 19 Zulkaidah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Tir 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Iran dan Turki Ottoman Menandatangani Perjanjian Rum
202 tahun yang lalu, tanggal 19 Dzulqadah 1238 HQ, Iran dan Turki Ottoman Menandatangani perjanjian Rum.
Perjanjian Rum, yaitu sebuah kesepakatan yang dibuat oleh para wakil pemerintahan Iran dan Turki Ottoman ditandatangani di sebuah kawasan bernama “Rum” yang terletak di sebelah timur Turki. Perjanjian ini dibuat menyusul kekalahan beruntun yang diderita Turki Ottoman dalam perangnya melawan Iran.
Berdasarkan perjanjian ini, Iran melepaskan klaim kekuasaanya atas Sulaimaniah dan wilayah barat dari kawasan Zahab. Akan tetapi, sebagai konsesinya, Iran memperoleh kekuasaan atas Khorramshahr, Pulau Khidr, dan pinggiran Sungai Arwand. Iran juga memilik hak untuk berlayar di kawasan-kawasan laut sekitar daerah-daerah tadi.
Ayatullah Mulla Ali Hamedani Wafat
41 tahun yang lalu, tanggal 31 Tir 1357 HS, Ayatullah Mulla Ali Hamedani meninggal dunia.
Ayatullah Akhond Mulla Ali Masoumi Hamedani lahir pada 12 Rabiul Awal 1312 HQ di kota Sarderoud, Iran. Beliau besar di bawah didikan ayahnya yang seorang petani. Ketika ayahnya mengetahui kecerdasan anaknya, ia menyerahkannya kepada ulama di daerahnya, Akhond Mulla Mohammad Taqi Sabeti. Di tangan beliau, Mulla Ali Masoumi belajar membaca dan menulis dan setelah itu pada tahun 1330 HQ, beliau pergi ke kota Hamedan.
Di Hamedan Mulla Ali Masoumi belajar di hauzah ilmiah selama 5 tahun dan belajar kepada Ayatullah Haj Mirza Abdorrazaq, Ayatullah Haj Ali Damghani dan Ayatullah Haj Sheikh Emad ad-Din Ali Gonbadi. Pada tahun 1335 HQ beliau pergi ke Tehran dan belajar kepada guru-guru besar Tehran.
Pada tahun 1340 HQ, ketika Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi mendirikan hauzah ilmiah Qom, Akhond Mulla Ali Masoumi ikut pergi ke kota Qom untuk melanjutkan pendidikannya. Beliau pada tahun 1350 HQ atas perintah Ayatullah Hairi Yazdi kembali ke kota Hamedan untuk mengurusi masalah keagamaan di kota ini. Beliau menjadi pengurus hauzah ilmiah Hamedan dan bagian barat Iran hingga meninggal dunia.
Pembantaian Massal Tentara Zionis
17 tahun yang lalu, tanggal 22 Juli 2002, di kegelapan malam, ketika anak-anak dan kaum perempuan Palestina tengah terlelap, tentara Zionis mengempur kawasan Jalur Gaza dengan menggunakan beberapa unit pesawat tempur F-16 buatan AS.
Dalam serangan ini, Syaikh Salahus-syahadah, komandan Brigade Izuddin Qassam, sayap militer Hamas dan 16 warga sipil Palestina gugur syahid, di antaranya 9 anak-anak tak berdosa.Sementara itu, 150 warga Palestina lainnya terluka.
Syaikh Salahus-syahadah adalah seorang pejuang Palestina yang sangat gigih. Dalam serangan Zionis tersebut, ia gugur syahid bersama istri dan anak perempuannya yang masih kecil. Dia juga pernah dipenjara ooleh Zionis selama 12 tahun dan mengalami penyiksaan yang keji.