Lintasan Sejarah 17 Agustus 2019
-
17 Agustus 2019
Hari ini, Sabtu 17 Agustus 2019 bertepatan dengan 15 Dzulhijjah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Mordad 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Kelahiran Imam Ali Al-Hadi as
1228 tahun yang lalu, tanggal 15 Dzulhijjah 212 HQ, Imam Ali an-Naqi as, yang memiliki nama panggilan "Imam Hadi", terlahir ke dunia di kota Madinah.
Beliau adalah keturunan Rasulullah generasi kesepuluh dan putra dari Imam Jawad as, imam kesembilan Muslimin. Setelah Imam Jawad gugur syahid akibat dibunuh oleh penguasa, Imam Hadi menggantikan posisi beliau sebagi pemimpin umat Islam. Saat itu, kekhalifahan Islam tengah berada di tangan Khalifah Mutawakil dari Dinasti Abbasiah.
Mutawakil yang khawatir akan meluasnya pengaruh Imam Hadi di tengah masyarakat, kemudian mengasingkan beliau ke kota Samara, Irak. Meskipun mengalami tekanan yang sangat besar dari penguasa, Imam Hadi terus berusaha menyampaikan risalah Rasululah dan membimbing umat Islam. Beliau mendidik banyak murid yang kelak di antaranya menjadi ulama terkemuka, salah satunya adalah Sayid Abdul Adzhim Hasani.
Salah satu di antara hadis Imam Hadi berbunyi, "Yang lebih baik dari segala kebaikan adalah orang yang melakukan kebaikan itu; yang lebih indah dari perkataan yang bernilai, adalah si penyampai perkataan itu; dan yang lebih tinggi dari ilmu adalah si pembawa ilmu tersebut."
Indonesia Merdeka
74 tahun yang lalu, tanggal 17 Agustus 1945, rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda.
Namun, karena Belanda tidak mengaku proklamasi ini, terjadilah perang kemerdekaan selama empat tahun. Pada tahun 1947, Belanda melakukan agresi militer pertama dan berhasil kembali menduduki sebagian wilayah Indonesia.
Pada bulan Januari tahun 1948, ditandatangani perjanjian gencatan senjata bernama "penjanjian Renville". Namun, bulan Desember tahun itu pula, kembali Belanda melakukan agresi kedua. Kemudian, atas tekanan PBB, di tahun 1949 Belanda bersedia menghentikan agresinya dan menyerahkan kedaulatan kepada bangsa Indonesia.
Tawanan Iran di Penjara Irak Mulai Kembali ke Tanah Air
29 tahun yang lalu, tanggal 26 Mordad 1369 HS, Republik Islam Iran menyaksikan kembalinya para tawanan Iran yang dibebaskan setelah bertahun-tahun mendekam di penjara-penjara menakutkan rezim Baath, Irak.
Sekaitan dengan kepulangan mereka, lembaga yang mengurusi mereka (Setad Residegi be Umur Azadegan), yang dibentuk pada 22 Mordad 1369, membebaskan juga tawanan Irak. Dengan bantuan lembaga-lembaga lain, lembaga yang mengurusi pembebasan tawanan Iran berhasil melakukan tukar menukar tawanan sebanyak 40 ribu tawanan, masing-masing dari Iran dan Irak.
Para tawanan Iran dengan keimanan yang teguh berhasil menghadapi segala tekanan dan siksaan badan selama di penjara. Mereka mampu membangun hubungan sosial, sekalipun ruang lingkupnya kecil di penampungan. Mereka menunjukkan kesabarannya dan ridha dengan takdir ilahi. Mereka disebut orang-orang bebas, karena berhasil membebaskan dirinya dari ikatan hawa nafsu.