Sep 04, 2019 09:44 Asia/Jakarta
  • 4 September 2019
    4 September 2019

Hari ini, Rabu 4 September 2019 bertepatan dengan 4 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Ubaidillah bin Ziyad Mobilisasi Warga Kufah Lawan Imam Husein as

1380 tahun yang lalu, tanggal 4 Muharam 61 HQ, Ubaidillah bin Ziyad memobilisasi warga Kufah untuk melawan Imam Husein as.

Karbala (ilustrasi)

Di masjid Kufah, Abdullah bin Ziyad berkata kepada warga yang hadir, "Wahai warga Kufah! Kalian telah menguji keturunan Abu Sufyan, dan telah menemukan mereka sebagaimana yang kalian inginkan! Kalian mengenal Yazid yang berakhlak dan berperilaku baik pada para bawahannya. Seluruh pemberian-pemberiannya berada pada tempatnya yang tepat. Demikian juga dengan ayahnya. Kini Yazid memerintahkanku untuk membagi-bagikan uang kepada kalian dan mengirimkan kalian untuk melawan musuhnya, Husein."

Setelah itu, ia memerintahkan untuk mengumumkan kepada seluruh warga dan mempersiapkan rakyat untuk bergerak menuju medan laga.

Syimr bin Dzil Jausyan bersama empat ribu pasukan; Yazid bin Rakab, dua ribu, Husain bin Namir, empat ribu; Mazhayir bin Rahinah, tiga ribu, dan Nashr bin Harsyah dengan dua ribu pasukan. Keseluruhannya menyatakan diri siap berperang melawan Imam Husain as.

Dan perjalanan menuju Karbala segera dimulai.

Dalam menjawab Qais bin Asy'ab yang menyarankannya untuk berbaiat pada Yazid, Imam Husain bin Ali as berkata, "Tidak, demi Allah! Aku tidak akan meletakkan tanganku dengan hina di atas tangan mereka, dan juga tidak akan melarikan diri dari medan laga sebagaimana para budak."

Geronimo Menyerah ke Tangan AS

133 tahun yang lalu, tanggal 4 September 1886, kepala suku Indian Apache menyerah ke pasukan AS. Selama 30 tahun, Geronimo berjuang memimpin sukunya dalam mempertahankan wilayah mereka dari ekspansi Amerika.

Suku Indian AS yang melakukan protes

Suku Apache pun, untuk tujuan yang sama, juga berperang melawan Meksiko.

Setelah puluhan tahun bertempur, Geronimo merasa sudah lelah dan pasukannya pun kalah jumlah. Maka, pada 4 September 1886, dia secara resmi menyatakan menyerah kepada pasukan kolonial Amerika di bawah pimpinan Jenderal Nelson Miles.

Dengan demikian, Geronimo adalah pejuang terakhir Suku Indian yang takluk di bawah kekuasaan AS. Penyerahan ini pun mengakhiri masa Perang Suku Indian di kawasan barat daya negeri itu.

Imam Lantik Ayatullah Khamenei Sebagai Presiden untuk Periode Kedua

34 tahun yang lalu, tanggal 13 Shahrivar 1364 HS, Imam Khomeini melantik Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Republik Islam Iran untuk periode kedua.

Ayatullah Khamenei dan Imam Khomeini

Periode keempat pemilu presiden di Iran diselenggarakan tanggal 25 Mordad 1364. Para kandidat pemilu presiden pada periode ini adalah Ayatullah Khamenei, Habibollah Asgar Ouladi dan Sayid Mahmoud Kashani.

Dalam pilpres ini, Ayatullah Khamenei meraup suara lebih dari 12 juta dari 14,2 juta suara sah dan terpilih kembali sebagai presiden Iran untuk periode kedua. Imam Khomeini ra pada 13 Shahrivar melantik Ayatullah Khamenei sebagai presiden untuk periode kedua.

Ayatullah Khamenei selama 8 tahun menjabat sebagai presiden melakukan banyak kunjungan ke negara-negara asing. Pidato beliau pada tahun 1366 HS di Majelis Umum PBB menjelaskan tertindasnya Iran dan konspirasi negara-negara arogan terhadap Iran. Salah satu peristiwa penting yang terjadi di masa pemerintahan beliau adalah diterimanya resolusi Dewan Keamanan PBB bernomor 589 pada 26 Tir 1367 dan wafatnya Imam Khomeini ra pada 14 Khordad 1368 HS.

Menyusul peristiwa wafatnya Imam Khomeini ra, Ayatullah Khamenei terpilih oleh Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles Khobregan Rahbari) sebagai pengganti Imam Khomeini. Peristiwa terpilihanya beliau sebagai pengganti Imam Khomeini terjadi kurang dari dua bulan sebelum pemilu presiden periode kelima.