Lintasan Sejarah 7 September 2019
-
Lintasan Sejarah 7 September 2019.
Umar bin Saad Larang Imam Husein Memanfaatkan Air Sungai Furat
1380 tahun yang lalu, tanggal 7 Muharam 61 HQ, Umar bin Saad melarang Imam Husein as dan rombongan memanfaatkan air sungai Furat.
Diriwayatkan lebih dari 30 ribu orang yang ikut dalam pasukan Umar bin Saad tercatat telah mengambil baju, senjata perang dan gaji dari pemerintah Bani Umayyah dan siap untuk berperang menentang Imam Husein as.
Umar bin Saad pada 7 Muharram 61 HQ kembali mendapatkan sebuah surat dari Ubaidillah bin Ziyad dengan isi sebagai berikut, "Usahakan pasukanmu untuk memisahkan antara Husein dan sahabat-sahabatnya dengan sungai Furat. Usahakan sedemikian rupa hingga tak ada setetes air pun yang sampai ke mereka, sebagaimana Utsman bin Affan dulu terhalangi dari air."
Kemudian Umar bin Saad menempatkan 500 pasukan penunggang kuda di sisi sungai Furat. Salahsatu dari mereka berteriak, "Husein! ... Demi Allah ... Engkau tidak akan meminum air ini walau setetes pun hingga kehausan merenggut nyawamu."
Imam Husein as berkata, "Ilahi!! Binasakan ia dengan kehausan dan jauhkan ia dari segala rahmat-Mu!"
Hamid bin Muslim mengatakan, aku melihat dengan mataku sendiri bahwa kutukan Imam Husein as betul-betul terlaksana.
Demikian Abu Abdillah Imam Husain as mengutuk pasukan musuh, "Ilahi! Tahanlah hujan-Mu dari mereka, ciptakan kesulitan dan kekeringan (sebagaimana tahun-tahun Yusuf), dan tempatkan budak Tsaqafi (Hajjaj bin Yusuf) untuk mereka supaya mereka merasakan pahitnya tegukan racun, dan ambilkan balas dendamku, para sahabatku, Ahlul Bait dan para Syiah-ku dari mereka."

Jerman Bombardir London
79 tahun yang lalu, tanggal 7 September 1940, Angkatan Udara Jerman melepaskan serangan langsung ke jantung Kota London, Inggris, dengan menjatuhkan bom-bom berdaya ledak tinggi. Akibatnya ratusan orang tewas dan melukai lebih banyak lagi.
Menteri Pertahanan Inggris mengatakan itu merupakan serangan paling besar Jerman. Serangan pertama hari itu dilakukan Jerman pada sore hari. Pusat serangan berada di kawasan East End, sepanjang daerah sungai Kota London.
Sebanyak 300 bomber mengurung London selama hampir 2 jam. Menjelang pukul 20.00, serangan gelombang kedua datang. Serangan tersebut lebih lama daripada gelombang pertama, yaitu selama 8 jam, sehingga pada malam itu Kota London dipenuhi suara ledakan tanpa henti.
Pemerintah Inggris menyatakan, dari serangan tersebut, 88 pesawat Jerman bisa ditembak jatuh. Adapun dari pasukan Inggris sendiri, 22 pesawat dinyatakan hilang atau ditembak jatuh.
Demonstrasi Besar Besaran Terjadi di Seantero Iran
41 tahun yang lalu, tanggal 16 Shahrivar 1357 HS, menyusul meningkatnya perlawanan rakyat terhadap rezim Shah Iran yang despotik, terjadi berbagai demonstrasi besar-besaran di hampir seluruh penjuru Iran.
Shah Pahlevi kemudian mengeluarkan larangan segala bentuk demonstrasi. Namun, pada saat itu pula, Imam Khomeini dari pengasingannya di kota Najaf, Irak memberikan seruan agar perjuangan rakyat terus dilanjutkan.
Beliau menyatakan, "Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa, saya meminta agar kebangkitan rakyat terus ditingkatkan dan demonstrasi dilakukan sebanyak mungkin agar rezim yang zalim dan kejam bisa segera dikalahkan."