Okt 09, 2019 10:21 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 9 Oktober 2019.
    Lintasan Sejarah 9 Oktober 2019.

Mulla Jakfar Tehrani Meninggal Dunia

178 tahun yang lalu, tanggal 10 Shafar 1263 HQ, Mulla Jakfar Syariatmadar Tehrani, penulis dan ilmuwan besar  muslim asal Iran meninggal dunia pada usia 66 tahun.

 

Mulla Tehrani dilahirkan pada tahun 1197 Hijriah. Saat masih muda, Mulla Tehrani sudah mengembara ke kawasan-kawasan pusat ilmu-ilmu keislaman. Ia baru pulang kembali ka tanah airnya bersamaan dengan peristiwa pengepungan kota Karbala oleh Daud Pasha, penguasa Imperium Ottoman.

 

Mullah Tehrani dikenal karena buku-buku bermutu yang ditulisnya. Di antara karya-karyanya yang terkenal  adalah sejumlah kitab berjudul "Mashabih", Asy-Syari'ul Kabir", "Safinatun-Najah", dan Al-Barahinul Qathi'ah".

Ernesto Che Guevara.

Che Guevara Dihukum Mati

 

52 tahun yang lalu, tanggal 9 Oktober 1967, Ernesto Che Guevara, seorang revolusioner Amerika Latin, beserta sejumlah kawan-kawan seperjuangannya dihukum mati oleh pemerintah Bolivia.

 

Guevara dilahirkan di Argentina pada tahun 1928. Sikap revolusionernya muncul tatkala menyaksikan kemiskinan dan diskriminasi yang meluas di negaranya. Pada masa mudanya, ia berkenalan dengan Fidel Castro di Meksiko. Mereka berdua kemudian bahu-membahu memimpin revolusi Cuba hingga meraih kemenangan.

 

Setelah itu, Castro menjadi pemimpin di Cuba hingga kini. Sementara itu Guevara pergi ke Bolivia pada tahun 1959. Di sana ia mendirikan organisasi gerilyawan menentang pemerintahan setempat yang dikuasai oleh AS. Akhirnya pada tahun 1967, Che Guevara ditangkap oleh tentara pemerintah untuk kemudian dihukum mati.

Ayatulllah Sayid Ali Khamenei (kiri) dan Imam Khomeini (kanan).

Pengukuhan Kepresidenan Ayatullah Khamenei oleh Imam Khomeini

 

38 tahun yang lalu, tanggal 17 Mehr 1360 HS, Imam Khomeini ra mengukuhkan Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Republik Islam Iran.

 

Periode ketiga pemilu presiden Republik Islam Iran diselenggarakan dalam kondisi krisis politik. Berlanjutnya perang yang dipaksakan kepada Iran, kebutuhan akan pasukan di medan tempur membutuhkan dukungan logistik. Di sisi lain, kelompok Munafikin semakin meningkatkan aksi terornya terhadap masyarakat sipil dan dilakukan di tempat-tempat umum seperti gang dan pasar.

 

Para kandidat dalam periode pilpres ketiga ini adalah Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Sayid Ali Akbar Parvaresh, Hassan Ghaffouri Fard dan Sayid Reza Zavarehpi. Pilpres ini diselenggarakan pada 10 Mehr 1360 HS. Dalam pemilu ini, Ayatullah Khamenei meraup suara terbesar, padahal tigga bulan lalu beliau menjadi sasaran teror kelompok Munafikin, sehingga tangan dan dadanya terluka. Ayatullah Khamenei berhasil meraup 16 juta suara dari 16,8 juta suara sah dari kotak-kota suara.

 

Pada tanggal 17 Mehr 1360 HS, Imam Khomeini ra dalam sebuah upacara mengukuhkan kepresidenan Ayatullah Khamenei dan sejak saat itu beliau dapat memulai kerjanya sebagai Presiden Iran.