Nov 18, 2019 12:32 Asia/Jakarta
  • 18 November 2019
    18 November 2019

Hari ini, Senin, 18 November 2019 bertepatan dengan 20 Rabiul Awwal 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Aban 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.

Abu Thayyib Thabari Meninggal Dunia

991 tahun yang lalu, tanggal 20 Rabiul Awal 450 HQ, Abu Thayyib Thabari seorang ulama dan sastrawan muslim terkenal meninggal dunia di kota Baghdad dalam usia 102 tahun.

Sejarah

Abu Thayyib Thabari dilahirkan di Amol, sebuah kawasan di utara Iran, pada tahun 347 hijriah. Setelah usianya beranjak dewasa, Thabari melakukan perjalanan ke Bahhdad dalam rangka menuntut ilmu.

Di kota itu pulalah beliau akhirnya menetap dan menjalani tugas keulamaannya hingga akhir hayatnya. Di antara karya terkenal Thabari adalah buku-buku berjudul "Jawabun fis-Sima' wal Ghina" dan "At-Ta'liqatul Kubra fil Furu'".

Kolonel Abdul Salam Arif Berkuasa di Irak

56 tahun yang lalu, tanggal 18 November 1963, Kolonel Abdul Salam Arif, meraih kekuasaannya di Irak melalui sebuah kudeta berdarah.

Bendera Irak

Dia mengebom gedung Kementrian Pertahanan Irak dan membunuh presiden Irak saat itu, Abdul Karim Qasim. Sebelumnya, Abdul Karim Qasim berhasil menjadi presiden juga setelah melakukan kudeta berdarah yang mengakhiri sistem monarkhi di Irak. Setelah Abdul Karim Qasim meraih kekuasaan, ia menyingkirkan anggota-anggota Partai Ba'ats yang sejak bulan Februari tahun itu, menduduki pos-pos sensitif di pemerintahan.

Namun, tiga tahun kemudian, Abdul Karim Qasim tewas dalam sebuah kecelakaan udara dan posisinya digantikan oleh saudaranya, Abdur-rahman Arif.

Imam Khomeini Bebaskan Perempuan dan Kulit Hitam AS

40 tahun yang lalu, tanggal 27 Aban 1358 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan pembebasan perempuan dan warga kulit hitam Amerika.

Tawanan Amerika Serikat di Iran

Dua pekan pasca pendudukan "sarang spionase" Amerika di Tehran oleh para mahasiswa pengikut garis Imam, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pembebasan tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika.

Imam Khomeini ra berkeyakinan bahwa perempuan dan orang-orang kulit hitam Amerika pada intinya termasuk golongan mustadh'afin di tengah masyarakat Amerika dan terpaksa harus menerima tugas yang seperti ini. Oleh karenanya, mereka harus dibebaskan.

Imam dalam pesannya tertanggal 26 Aban 1358 meminta kepada para mahasiswa agar mereka yang belum terbukti melakukan aksi spionase diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri Iran dan dikeluarkan secepatnya dari Iran.

Menyusul perintah Imam Khomeini ra, para mahasiswa kemudian membebaskan para tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika keesokan harinya 27 Aban 1358 HS.