-
Warta Berita 11 Maret 2020
Mar 11, 2020 13:36Warta berita hari ini, Rabu 11 Maret 2020.
-
Jalan dan Tempat Umum di Iran Disemprot Disinfektan
Mar 11, 2020 13:07Jalan-jalan, gang dan tempat umum di berbagai provinsi di Republik Islam Iran disemprot cairan disinfektan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Corona (COVID-19). Penyemprotan itu dilakukan secara berkala.
-
Kematian Pertama Kasus Virus Corona di Indonesia
Mar 11, 2020 11:34Seorang pasien positif terjangkit virus Corona (COVID-19) di Indonesia meninggal dunia pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto.
-
Deputi Menteri Kesehatan Inggris Terinfeksi Corona
Mar 11, 2020 09:40Deputi Menteri Kesehatan Inggris Nadine Dorries dilaporkan terinfeksi virus Corona.
-
Korban Terinfeksi Virus Corona di Israel Mencapai 75 Orang
Mar 11, 2020 09:15Kementerian Kesehatan Rezim Zionis Israel mengumumkan jumlah korban terinfeksi virus Corona di Israel mencapai 75 orang.
-
Rouhani: Dokter dan Perawat Berada di Garis Terdepan Memerangi Corona
Mar 11, 2020 08:26Presiden Republik Islam Iran, hari Selasa, 10 Maret, malam memuji pengabdian dan upaya staf medis Iran, dokter dan perawat di garis depan perang melawan virus Corona.
-
Merkel: Kemungkinan 60-70 Persen Warga Jerman Terinfeksi Corona
Mar 11, 2020 07:52Kanselir Jerman hari Selasa, 10 Maret, menyatakan bahwa kemungkinan ada sekitar 60 hingga 70 persen warga negara ini yang terinfeksi virus Corona.
-
Satu Orang di Turki Positif Terinfeksi Virus Corona
Mar 11, 2020 07:16Menteri Kesehatan Turki hari Selasa, 10 Maret, malam mengkonfirmasikan seorang warga negara ini positif terinfeksi virus Corona.
-
Konsultasi Regional Ketua Parlemen Iran Mengenai Corona
Mar 10, 2020 10:51Ketua Majlis Syura Islami Republik Islam Iran dalam percakapan telepon terpisah dengan ketua Parlemen Kuwait dan Oman membahas cara untuk memerangi virus Corona.
-
Covid-19 dan Perang Psikologi AS terhadap Iran
Mar 10, 2020 10:41Pemerintahan Trump meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menekan Iran dalam bentuk sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA pada Mei 2018. Sanksi sepihak Washington melanggar JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.