-
Jepang Kucurkan Bantuan untuk Pengungsi Rohingya
Nov 24, 2022 12:19Jepang dan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kependudukan (UNFPA) menandatangani bantuan senilai 3,7 juta dolar AS untuk pengungsi Rohingya di Pulau Bhasan Char yang terpencil di Teluk Bengal, Bangladesh.
-
Jaga Stabilitas Nasional Rusia, Putin Perpanjang Status Ekonomi Khusus
Nov 24, 2022 12:14Presiden Rusia Vladimir Putin hari Rabu mengeluarkan dekrit perpanjangan status ekonomi khusus untuk memastikan stabilitas keuangan di negara ini.
-
Cina Peringatkan NATO: Jangan Lewati Batas Geografis Anda !
Nov 23, 2022 21:16Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina meminta Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO untuk memperhatikan wilayah geografisnya, dan tidak melanggar batas otoritasnya.
-
Pejabat Rusia: Langkah Nuklir Iran, Balasan atas Sikap Eropa
Nov 23, 2022 19:14Wakil Rusia di Organisasi-organisasi internasional di Wina, menanggapi kekhawatiran Eropa atas kemajuan program nuklir Iran. Menurutnya, Eropa lupa tanggung jawab mereka terkait masalah ini.
-
Mengenal Fungsi Pil Yodium
Nov 23, 2022 16:35Jika terjadi kecelakaan nuklir, yodium radioaktif dapat dilepaskan di antara unsur-unsur radioaktif lainnya.
-
Menlu AS Dukung Swedia dan Finlandia Gabung NATO
Nov 23, 2022 15:39Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Antony Blinken, Menteri Luar Negeri negara ini, dalam percakapan dengan Sekretaris Jenderal NATOkembali menekankan dukungan Washington untuk Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO.
-
Gazprom Ancam akan Kurangi Ekspor Gas ke Eropa Barat
Nov 23, 2022 15:27Gazprom mengumumkan akan mengurangi ekspor gasnya ke Eropa Barat dalam beberapa hari mendatang.
-
Pertahanan Udara Rusia Tangkis Serangan Drone Ukraina
Nov 23, 2022 15:10Gubernur wilayah Krimea menyatakan bahwa unit pertahanan udara Rusia berhasil menangkis tiga serangan pesawat tak berawak di Krimea.
-
Gempa Guncang Turki
Nov 23, 2022 14:42Gempa berkekuatan 6,0 skala richter melanda bagian barat Turki.
-
Hewlett-Packard akan PHK Enam Ribu Pegawai
Nov 23, 2022 13:51Perusahaan AS, Hewlett-Packard (HP) mengumumkan rencananya untuk melakukan pemutusan hubungan kerja sekitar empat hingga enam ribu pegawai selama tiga tahun ke depan karena berkurangnya pendapatan.