Jaringan Sahab IRIB: Peralihan dari Jaringan Klasik Menuju Hub Narasi Internasional
-
Jaringan Sahab IRIB
Pars Today – Dalam dunia di mana memiliki lebih banyak antena tidak lagi berarti memiliki kekuatan media, jaringan Sahab IRIB dengan berubah menjadi sebuah “hub media” pencipta narasi, telah menempuh jalur baru untuk memberikan pengaruh lintas negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertanyaan utama tentang masa depan media bukan lagi siapa yang memiliki lebih banyak jaringan, melainkan siapa yang memainkan peran lebih efektif dalam peredaran makna.
Kemunduran bertahap siaran linear, terpecah-pecahnya audiens, dan konsumsi konten yang semakin berbasis platform telah menantang tatanan lama media, dan sebagai gantinya melahirkan pola-pola baru dari aksi media; pola-pola yang tanpa bergantung pada antena dan siaran nasional, namun tetap beroperasi dengan pengaruh lintas negara.
Dalam tatanan baru ini, media lebih berperan sebagai fasilitator peredaran narasi daripada sekadar penyampai pesan. Makna tidak lagi dikirim dari satu pemancar pusat kepada audiens, melainkan diproduksi, ditafsirkan ulang, dan diteguhkan dalam jaringan media, platform, serta pelaku budaya.
Pengalaman internasional di bidang ini menunjukkan bagaimana mungkin, tanpa harus menjadi jaringan televisi klasik, sebuah entitas dapat berubah menjadi rujukan konten dan narasi berskala internasional; rujukan yang kontennya tidak semata-mata berasal dari antena, melainkan melalui kerja sama dan interaksi dengan media lain.
Dalam ruang media Iran, pengalaman jaringan Sahab di bawah Deputi Luar Negeri IRIB dapat dipahami dalam kerangka analisis ini. Sahab tidak dibentuk sebagai jaringan televisi linear baru, melainkan sebagai sebuah hub media; hub yang misi utamanya adalah memproduksi, mengemas, dan mendistribusikan konten multibahasa bagi audiens lintas negara dan media mitra.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa bahkan dalam struktur siaran tradisional yang mengakar, dengan penataan ulang organisasi, dimungkinkan untuk mendekati logika media pasca-siaran.
Fokus Sahab pada produksi narasi multibahasa, pengembangan VOD yang bukan berorientasi hiburan melainkan berorientasi narasi, serta penciptaan sarana untuk akses, rujukan, dan redistribusi konten, merupakan tanda pemahaman atas sebuah kenyataan penting: dalam dunia masa kini, pengaruh media diperoleh melalui peredaran jaringan makna, bukan semata-mata lewat siaran langsung.
VOD ini tidak dirancang untuk bersaing dengan platform hiburan, melainkan sebagai bank narasi dan rujukan konten; tempat di mana narasi diteguhkan dan kemudian beredar melalui interaksi dengan media yang lebih besar dan regional.
Dalam model ini, kerja sama dengan media asing dan regional, pemanfaatan kapasitas siaran ulang dan adaptasi, serta kehadiran yang terarah di media sosial, merupakan bagian dari satu strategi terpadu. Media sosial dalam kerangka ini bukanlah tujuan akhir, melainkan jalur tambahan dan akselerator yang membantu mempercepat peredaran narasi dalam ekosistem media.
Yang penting bukan sekadar terlihatnya suatu konten sesaat, melainkan keberlangsungan narasi dalam berbagai lapisan media.
Pengalaman Sahab dari sudut pandang ini patut diperhatikan, karena menunjukkan bahwa menjadi sebuah media hub tidak harus berarti menjauh dari misi pemerintahan atau misi luar negeri. Sebaliknya, pola ini dapat menjadi jawaban struktural terhadap keterbatasan, sensitivitas, dan biaya yang semakin meningkat dari siaran klasik.
Sebagaimana contoh internasional yang berhasil mengurangi dominasi kanal tunggal dan meningkatkan kekuatan distribusi jaringan, Sahab juga sedang menempuh jalur di mana media lebih hadir dalam peredaran makna di hadapan mata dan pikiran audiens berbagai negara, daripada sekadar terlihat di tombol remote control.
Masa depan media internasional tampaknya ditentukan di titik ini; di mana media, alih-alih berfokus pada kepemilikan antena, bertumpu pada kemampuan mengorganisasi narasi, memproduksi konten multibahasa, dan berpartisipasi aktif dalam ekosistem media global.
Dalam masa depan semacam itu, media hub seperti Sahab dapat memainkan peran yang melampaui sebuah jaringan klasik; peran-peran yang mungkin kurang terlihat, namun dampaknya lebih dalam dan lebih bertahan lama.
Direktur Jaringan Sahab di IRIB World Service; Hossein Sheikhian