Demo Yahudi Haredi Menentang Kabinet Netanyahu
-
Yahudi Haredi
Pars Today - Yahudi Haredi berdemo di Yerusalem pemdudukan, protes penangkapan dan kebijakan kebinet Netanyahu
Ratusan pengunjuk rasa Yahudi Haredi pada hari Rabu (25/2/2026) berkumpul di Jalan Haim Bar-Lev di Yerusalem pendudukan, memblokir jalur kendaraan dan kereta api ringan. Para pengunjuk rasa menyebabkan gangguan lalu lintas besar-besaran dengan menyeret tempat sampah, memasang pagar besi, dan membakar kembang api. Pasukan keamanan rezim Zionis menggunakan kekerasan dan perlengkapan anti-huru-hara untuk membubarkan para pengunjuk rasa, yang mereka sebut sebagai "preman dan perusuh".
Protes ini menyusul penangkapan sejumlah pemuda Haredi karena menolak wajib militer di tentara Israel. Yahudi Ortodoks ekstrem (Haredi) dibebaskan dari dinas militer, namun pembebasan ini telah lama ditentang oleh partai-partai sekuler dan sebagian masyarakat. Para pengunjuk rasa menuntut agar warga Haredi diwajibkan mengikuti wajib militer; sebuah langkah yang diancam akan dijatuhkannya pemerintahan oleh partai-partai sayap kanan dalam koalisi berkuasa jika disahkan.
Netanyahu Dipanggil Polisi Terkait Kasus Kebocoran Dokumen Rahasia
Dalam perkembangan lain, Jaksa Agung rezim Zionis, Gali Baharav-Miara, memanggil Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memberikan klarifikasi dalam kasus "kebocoran dokumen rahasia" ke surat kabar Jerman, Bild. Menurut laporan situs Arab48, Jaksa Agung telah mengizinkan polisi untuk memanggil Netanyahu, namun tanggalnya masih belum ditentukan.
Sebelumnya, kepala staf Netanyahu, Tzachi Braverman, telah ditangkap karena dicurigai berupaya menghalangi penyelidikan kasus ini. Juru bicara sebelumnya Netanyahu, Eli Feldstein, juga telah diinterogasi sehubungan dengan kasus yang terkait dengan bocornya dokumen rahasia pada September 2024 ini.
Kekhawatiran Zionis atas Aktivitas di Perbatasan Mesir
Pada saat yang sama, media Zionis melaporkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan penduduk permukiman yang berdekatan dengan perbatasan Mesir. Jaringan KAN 11 melaporkan bahwa penduduk permukiman Shlomit telah melihat pergerakan kendaraan pikap dan aktivitas penggalian di sisi lain pagar perbatasan, dan mereka khawatir akan terulangnya skenario serangan 7 Oktober.
Sumber keamanan Israel mengklaim adanya aktivitas jaringan untuk menyelundupkan senjata dan personel dari Sinai Mesir ke wilayah pendudukan melalui terowongan perbatasan. Penduduk permukiman perbatasan menuntut percepatan penyelesaian tembok bawah tanah untuk mencegah penggalian terowongan dan peningkatan langkah-langkah keamanan. Kekhawatiran akan kemungkinan koordinasi antara kelompok perlawanan di Gaza dan Sinai untuk melancarkan serangan multi-front juga meningkat.(MF)