Pengamat Arab: Israel Pecundang Kesepakatan Iran-Amerika
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i191486-pengamat_arab_israel_pecundang_kesepakatan_iran_amerika
Pars Today - Surat kabar Zionis "Maariv" mengakui bahwa Iran adalah pemenang mutlak dari provokasi perang terbaru Amerika Serikat dan rezim Zionis, sementara Washington dan rezim Israel terjerat dalam keputusasaan dan kekalahan.
(last modified 2026-06-14T09:55:11+00:00 )
Jun 14, 2026 16:53 Asia/Jakarta
  • PM Israel, Benjamin Netanyahu
    PM Israel, Benjamin Netanyahu

Pars Today - Surat kabar Zionis "Maariv" mengakui bahwa Iran adalah pemenang mutlak dari provokasi perang terbaru Amerika Serikat dan rezim Zionis, sementara Washington dan rezim Israel terjerat dalam keputusasaan dan kekalahan.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, surat kabar Zionis "Maariv" menulis: "Iran adalah pemenang mutlak; orang Iran lebih pintar dari Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, Yisrael Katz, Menteri Perang rezim Israel, dan anggota kabinet Israel lainnya."

 

Maariv menegaskan: "Netanyahu harus berdiri di depan opini publik dan dengan rendah hati mengatakan bahwa 'Saya telah kalah, dan bahkan sahabat terbaik saya, Donald Trump, Presiden AS, tidak menghargai saya.'"

 

Sehubungan dengan itu, "Abdel Bari Atwan," analis Arab di surat kabar "Rai Al-Youm," menulis: "Setelah seratus hari agresi, Donald Trump menyadari bahwa ia tidak dapat memenangkan perang melawan Iran, dan kemungkinan kekalahan jauh lebih besar daripada kemungkinan kemenangan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menyerah, mengibarkan bendera putih, dan mencari cara untuk meminimalkan kerugian serta menyelamatkan muka."

 

Atwan menyatakan: "Trump menandatangani nota kesepahaman ini dengan para pemimpin negara yang ia ajak berperang untuk menggulingkan sistem mereka dan mengubahnya menjadi sistem yang tunduk." "Yang terpenting, Trump telah mengakui persatuan front-front perang dan mengalah pada tuntutan Iran bahwa gencatan senjata harus mencakup semua front, terutama front Lebanon."

 

Atwan menegaskan: "Tindakan Iran disertai dengan pencegahan militer yang cepat terhadap setiap serangan AS atau Israel di dalam atau di sekitar Selat Hormuz, dan mengabaikan semua ancaman omong kosong Trump untuk menghancurkan Iran, menghapuskannya dari peta, dan membukakan pintu neraka baginya."

 

Analis dunia Arab ini menulis: "Iran memegang banyak kartu yang telah digunakannya dengan cerdas untuk menghadapi agresi Israel dan AS. Kartu-kartu ini mencakup kartu nuklir dan kesiapan militer berdasarkan swasembada dalam produksi rudal dan drone yang sangat canggih. Namun demikian, salah satu kartu terpenting adalah persatuan medan perang, dukungan terhadap kelompok-kelompok perlawanan, dan perluasan perang menjadi perang gesekan (perang atrisi) regional. Semua kartu ini telah membuahkan hasil dan memaksa Trump untuk beralih ke kesepakatan saat ini dengan hina agar segera mengakhiri perang."

 

Dalam laporan ini disebutkan: "Tanpa keraguan dan dengan segala kejelasan dan transparansi, harus dikatakan bahwa Trump telah kalah, dan rezim Israel dengan cepat menuju keruntuhan serta menjadi semakin terisolasi dan dibenci, terutama oleh sekutu strategisnya sendiri, Amerika Serikat, yang terjerat dalam kebohongan, informasi palsu, dan pemerasannya." (MF)