Tuntutan Pembalasan Darah Bergema di Kota-Kota Iran Pada Pawai Arbain
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194344-tuntutan_pembalasan_darah_bergema_di_kota_kota_iran_pada_pawai_arbain
Bersamaan dengan tibanya Arbain Husaini, pawai Arbain bagi mereka yang tertinggal dari perjalanan ziarah dimulai dengan kehadiran jutaan masyarakat di Teheran dan berbagai kota lain di Iran.
(last modified 2026-08-04T08:24:24+00:00 )
Aug 04, 2026 17:18 Asia/Jakarta
  • Tuntutan Pembalasan Darah Bergema di Kota-Kota Iran Pada Pawai Arbain

Bersamaan dengan tibanya Arbain Husaini, pawai Arbain bagi mereka yang tertinggal dari perjalanan ziarah dimulai dengan kehadiran jutaan masyarakat di Teheran dan berbagai kota lain di Iran.

Acara yang tahun ini mengusung slogan “Harus Bangkit” dan berada dalam suasana mengenang pemimpin syahid Revolusi serta para syuhada perlawanan, telah berubah menjadi sebuah pertunjukan cinta, kesetiaan, dan tuntutan pembalasan darah.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip wartawan Mehr, bersamaan dengan terbitnya matahari dan mulai pukul 06.00 pagi pada Selasa, acara besar pawai jutaan peserta Arbain Husaini bagi mereka yang tidak dapat hadir di Irak dimulai di Teheran dan kota-kota lain di Iran dengan slogan utama “Harus Bangkit”.

Simbol kepalan tangan terkepal pemimpin syahid Revolusi Islam digunakan dalam seluruh perlengkapan budaya di sepanjang rute pawai Arbain. Acara tahun ini berada di bawah pengaruh kenangan terhadap para pemimpin dan komandan syahid perlawanan, dan perjalanan kaki tahun ini dilakukan atas nama mereka. Para peziarah sambil membawa bendera bertuliskan “Ya Latsarat al-Husain” (Wahai para penuntut balas darah Husain), menyuarakan tuntutan serius mereka untuk mengecam kejahatan rezim Zionis dan Amerika Serikat.

Bagi masyarakat yang hatinya dipenuhi cinta kepada Ahlulbait dan jiwanya penuh kerinduan untuk berziarah, jarak dan batas wilayah tidak memiliki arti. Hari ini mereka menempuh perjalanan menuju kiblat kota Teheran dan menciptakan gambaran yang paling mirip dengan suasana di Irak. Ritual Arbain bagi mereka yang tertinggal pada tahun 1405 ini berlangsung ketika rakyat Iran masih berduka atas kehilangan pemimpin syahid Revolusi dan gugurnya ratusan orang dalam Perang Ramadan. Oleh karena itu, di titik awal pawai Teheran, yaitu Lapangan Imam Husain (as), dipasang berbagai simbol dan tanda mengenang para syuhada, termasuk stan para syuhada Sekolah Minab.

Masyarakat Teheran dan kota-kota lain di Iran secara berkelompok, baik bersama keluarga maupun teman-teman, terus bergabung dengan kerumunan yang berada di sepanjang jalur pawai.

Para peziarah Husaini dalam pawai ini dengan membawa bendera “Ya Latsarat al-Husain” dan gambar-gambar pemimpin syahid serta para syuhada, menampilkan hubungan spiritual antara Asyura dan Front Perlawanan.

Arbain Husaini bukan sekadar peringatan sejarah atau ritual keagamaan biasa; melainkan tempat pertemuan tahunan untuk memperbarui ikrar terhadap nilai-nilai kebebasan, pencarian kebenaran, dan penentangan terhadap arogansi dalam gerakan Sayyid asy-Syuhada Husain (as). Gerakan besar ini yang berakar pada tradisi pencerahan Sayyidah Zainab al-Kubra (sa) dan Imam Sajjad (as), setelah berabad-abad dan berkat Revolusi Islam, kini telah berubah menjadi manuver ideologis terbesar, simbol solidaritas sosial, dan pertemuan manusia terbesar di dunia. Jutaan peziarah dari seluruh penjuru dunia berjalan kaki menempuh jalur dari Najaf menuju Karbala untuk menjadi gema suara yang tidak pernah padam sepanjang sejarah.