Penulis Zionis: Citra Global Israel di Titik Terendah Sejak 1948
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i186158-penulis_zionis_citra_global_israel_di_titik_terendah_sejak_1948
ParsToday – Seorang penulis dan aktivis Zionis menyatakan bahwa citra global Israel telah mencapai titik terendah sejak pendirian rezim ini pada tahun 1948. Lembaga-lembaga resmi, menurutnya, belum memahami kedalaman krisis yang belum pernah terjadi ini.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 27, 2026 11:42 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu
    Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu

ParsToday – Seorang penulis dan aktivis Zionis menyatakan bahwa citra global Israel telah mencapai titik terendah sejak pendirian rezim ini pada tahun 1948. Lembaga-lembaga resmi, menurutnya, belum memahami kedalaman krisis yang belum pernah terjadi ini.

Melaporkan dari IRNA, Jumat, 27 Februari 2026, Hein Mazig, penulis dan aktivis Zionis serta pendiri "Institut Tel Aviv untuk Memerangi Antisemitisme", dalam wawancara dengan Israel Hayom memperingatkan tentang memburuknya posisi internasional rezim Zionis. Ia menegaskan citra global Israel berada dalam kondisi terburuk sejak pendiriannya pada 1948.

Mazig menyatakan keprihatinannya bahwa kabinet rezim Zionis dan lembaga resminya tidak memahami secara akurat tingkat keparahan situasi. Ia menilai konsekuensi perang Gaza sebagai faktor utama penurunan posisi internasional ini. Peristiwa 7 Oktober 2023, menurutnya, berdampak mendalam dan belum pernah terjadi sebelumnya pada opini publik dunia, memicu peningkatan sentimen anti-Yahudi di berbagai belahan dunia.

Dua Juta Pemukim Zionis Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Laporan baru Lembaga Asuransi Nasional Israel menunjukkan bahwa dari populasi 10 juta di Wilayah Pendudukan, hampir dua juta orang hidup di bawah garis kemiskinan. Sekitar 880.000 di antaranya adalah anak-anak dan lebih dari 150.000 adalah lansia.

Penyebab utama situasi ini adalah perang yang dimulai Israel pada Oktober 2023, yang telah membebani ekonomi Israel lebih dari 70 miliar dolar. Setiap hari pertempuran membebani ekonomi sekitar 280 juta shekel (91 juta dolar). Akibatnya, ketidakamanan pangan pada anak-anak meluas. Bank Makanan Bayi Israel mencatat peningkatan 25 persen permintaan bantuan pangan bayi pada 2025 dibanding tahun sebelumnya. Satu dari tujuh bayi di Israel menghadapi kelaparan.

Media Ibrani: Ratusan Pemukim Masih Menderita Dampak Serangan Rudal Iran

Harian Haaretz melaporkan bahwa ratusan pemukim Israel masih bergulat dengan konsekuensi serangan rudal Iran dalam perang sebelumnya. Kerusakan bangunan di wilayah pendudukan Palestina masih membayangi kehidupan mereka.

Serangan balasan Iran yang dilakukan sebagai respons terhadap agresi rezim Zionis menargetkan sejumlah kawasan strategis dan sensitif di wilayah pendudukan. Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, proses rekonstruksi dan perbaikan kondisi bagi para korban berjalan lambat.

Ketakutan akan Serangan Iran: Milarder Dolar Beban AS dan Israel

Situs web Ibrani The Marker mengungkapkan bahwa ketegangan terkini dan ketakutan akan respons rudal Iran terhadap ancaman militer telah membebani persiapan militer AS dan rezim Zionis hingga miliaran dolar dalam satu setengah bulan terakhir.

Dalam enam pekan terakhir, AS dan Israel menghabiskan miliaran dolar untuk persiapan menghadapi kemungkinan respons Iran. AS mengeluarkan lebih dari satu miliar dolar untuk mengirim pasukan dan peralatan ke kawasan. Di wilayah pendudukan, angkatan udara dan sistem pertahanan udara ditempatkan dalam siaga penuh, membebani anggaran militer secara besar-besaran.

Kekacauan Tersembunyi di Wilayah Pendudukan Palestina

Laporan lapangan menunjukkan bahwa meningkatnya spekulasi tentang kemungkinan konflik militer besar antara Iran dan rezim Zionis telah menciptakan "kekacauan tersembunyi dan ketakutan luas" di Wilayah Pendudukan. Para pemukim Zionis, yang masih ingat serangan rudal Iran sebelumnya dan perang 12 hari Juni 2025, bersiap menghadapi skenario yang lebih buruk.

Kekhawatiran ini memicu serbuan besar ke pusat distribusi makanan untuk menimbun persediaan, upaya mempersiapkan tempat perlindungan, dan bahkan dimulainya gelombang emigrasi baru dari Wilayah Pendudukan. Pakar militer Zionis memperingatkan kemungkinan serangan rudal besar-besaran jika terjadi petualangan baru, menjaga tingkat siaga militer pada level tertinggi.(sl)