Araghchi: Opsi Militer Tak Ada untuk Program Nuklir Damai Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i186112-araghchi_opsi_militer_tak_ada_untuk_program_nuklir_damai_iran
ParsToday – Bertepatan dengan putaran baru negosiasi nuklir tidak langsung Tehran-Washington di Jenewa, pejabat Iran dan Amerika mengemukakan sikap baru terkait program nuklir dan kemampuan rudal Iran.
(last modified 2026-02-26T06:00:38+00:00 )
Feb 26, 2026 16:58 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi
    Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi

ParsToday – Bertepatan dengan putaran baru negosiasi nuklir tidak langsung Tehran-Washington di Jenewa, pejabat Iran dan Amerika mengemukakan sikap baru terkait program nuklir dan kemampuan rudal Iran.

Melaporkan dari ParsToday, Kamis, 26 Februari 2026, Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi dalam wawancara dengan jaringan India Today merujuk pada peringatan terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Ia menegaskan tidak ada opsi militer untuk program nuklir damai Iran. Tehran siap merespons kekhawatiran, tetapi tidak akan mengabaikan haknya untuk menggunakan teknologi nuklir secara damai.

Ia menyebut klaim tentang pengembangan rudal yang dapat mencapai AS sebagai "berita palsu". Ia mengatakan jarak rudal Iran sengaja dibatasi 2.000 kilometer dan bersifat defensif.

Rubio: Negosiasi Jenewa Kesempatan Fokus pada Program Nuklir

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, menjelang putaran baru negosiasi Tehran-Washington di Jenewa, mengatakan Donald Trump lebih memilih kesepakatan dengan Iran. Negosiasi ini menjadi kesempatan untuk fokus pada program nuklir.

Rubio mengulangi klaim Washington bahwa desakan Iran pada pengayaan dan penolakan bernegosiasi soal program rudal adalah "masalah besar". Rubio mengakui Iran memiliki banyak rudal balistik jarak pendek yang mengancam pangkalan AS di kawasan, dan mengklaim Tehran tengah mengembangkan rudal dengan jangkauan lebih jauh.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam pidato "State of the Union" mengklaim Iran sedang mengembangkan rudal yang dapat mencapai AS.

Ketegangan Verbal Trump dengan Dua Anggota Kongres Muslim

Sehari setelah adu mulut dengan dua anggota Kongres Demokrat Muslim, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, Presiden AS Donald Trump menuntut deportasi mereka. Trump di platform media sosialnya melontarkan pernyataan keras terhadap Omar dan Tlaib.

Kedua anggota Kongres ini, dalam pidato tahunan Trump, menuduhnya "membunuh rakyat Amerika". Pemimpin Demokrat menyebut pernyataan Trump "xenofobia" dan "memalukan."

Peringatan Rusia soal Ukraina

Perwakilan Tetap Rusia di kantor PBB Jenewa, Gennady Gatilov, memperingatkan bahwa jika Ukraina tidak mundur dari "wilayah baru". Moskow akan menyelesaikannya di medan perang. Gatilov mengatakan Moskow lebih memilih instrumen politik dan diplomatik, tetapi jika Kyiv menolak bernegosiasi, opsi militer akan diambil. Perang Ukraina yang dimulai Februari 2022 kini memasuki tahun kelima.

Serangan Pemukim ke Masjid Al-Aqsha Meningkat

Laporan Institut Internasional Al-Quds menunjukkan lebih dari 65 ribu pemukim Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsha pada 2025, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Kementerian Wakaf Palestina juga mengumumkan pemukim, dengan dukungan pasukan pendudukan, menyerang puluhan masjid di Tepi Barat.

Dalam kasus terbaru, sekelompok pemukim menyerang Desa Tal di selatan Nablus dan membakar pintu masuk Masjid Abu Bakar As-Siddiq. Tindakan ini menuai kecaman dari lembaga-lembaga Palestina.(sl)