Hizbullah: 26 Operasi dalam Sehari, Komandan Unit Khusus Zionis Tewas
-
Pasukan Hizbullah Lebanon
Pars Today - Hizbullah Lebanon mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa para pejuangnya melancarkan 26 operasi militer pada waktu yang berbeda, menargetkan posisi, konsentrasi pasukan, dan kendaraan Israel di sepanjang front selatan.
Serangan hari Selasa (19/5) itu meliputi:
- Targeting konsentrasi pasukan di Al-Adisa menggunakan drone.
- Penghancuran pos militer di tenda di pemukiman Dabal menggunakan drone.
- Penghancuran perangkat komunikasi di pusat kota Taybeh dengan drone.
- Serangan terhadap konsentrasi kendaraan dan pasukan di sebelah barat desa Arab al-Aramsheh, utara Palestina yang diduduki.
- Serangan terhadap pangkalan laut Ras al-Naqoura dengan sejumlah drone.
- Pengeboman konsentrasi pasukan di Beit Lif dengan mortir, menghancurkan satu tank Merkava dan menimbulkan korban jiwa.
- Penghancuran satu sistem Iron Dome di pangkalan Jal al-Alam melalui serangan drone.
- Korban Sipil Lebanon dan Kematian Komandan Zionis
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 19 warga sipil gugur dan 29 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di berbagai wilayah Lebanon selatan pada hari Selasa (19/5) yang sama.
Di pihak Zionis, media Israel melaporkan tewasnya seorang komandan kompi dari unit khusus Maglan. Juru bicara tentara Israel mengakui bahwa Mayor Itamar Savir, 27 tahun, seorang perwira cadangan, tewas dalam operasi gerilya Hizbullah di Lebanon selatan.
Krisis Internal Zionis: Bunuh Diri di Dalam Markas Militer
Dalam perkembangan terpisah, jenazah seorang tentara Israel ditemukan tewas di toilet markas militer Kriya di Tel Aviv. Laporan awal menunjukkan dugaan bunuh diri. Laporan tahunan tentara Zionis mengungkapkan bahwa 21 tentara melakukan bunuh diri pada tahun 2025.
Di medan perang, Hizbullah terus menggempur: 26 operasi, Iron Dome hancur, komandan tewas. Di garis belakang, tentara Zionis bahkan tidak aman di dalam markasnya sendiri, bunuh diri merajalela, moral runtuh. Ini bukan sekadar pertempuran fisik; ini adalah perang kehancuran mental. Hizbullah tidak hanya menyerang dengan drone dan roket, tetapi juga dengan ketakutan. Dan ketakutan, seperti yang ditunjukkan angka 21 tentara bunuh diri, adalah musuh yang tidak bisa ditembak, tidak bisa dijatuhkan, dan tidak bisa dihentikan.(Sail)