Pertemuan Pejabat Israel, Lebanon, dan AS
-
Presiden Lebanon Joseph Aoun
Pars Today - Media Zionis Israel mengumumkan bahwa wakil kepala Dewan Keamanan Dalam Negeri Israel dijadwalkan bertemu dengan utusan Lebanon dan perwakilan AS di wilayah Ras Al-Naqoura pada hari Jumat (19/12/2025).
Menurut laporan IRNA mengutip Al Jazeera, Channel 15 Israel tidak mengungkapkan tingkat dan sifat perwakilan Lebanon dan AS dalam pengumuman beritanya.
Sementara media Amerika Axios melaporkan dengan mengutip sumber yang disebutnya mengetahui, bahwa Israel telah meningkatkan tingkat partisipasinya dalam pembicaraan langsung dengan Lebanon.
Menurut laporan ini, Yossi Draznin, Wakil Penasihat Keamanan Dalam Negeri Rezim Israel akan menghadiri pertemuan di Ras Al-Naqoura hari ini, Jumat.
Sumber yang memberi tahu Axios mengatakan bahwa pertemuan itu secara resmi ditujukan untuk membahas kerja sama ekonomi di daerah perbatasan, tetapi tujuan tidak resminya adalah untuk mencegah dimulainya kembali perang.
Pertemuan terakhir Komite Pemantauan Gencatan Senjata diadakan pada tanggal 4 Desember tahun ini dengan kehadiran utusan AS Morgan Ortagus, delegasi teknis militer Lebanon yang dipimpin oleh Simon Karam, perwakilan Prancis dan AS, dan delegasi Israel, dengan partisipasi pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di daerah Ras Al-Naqoura di perbatasan Lebanon dengan Palestina yang diduduki.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menunjuk Karam untuk memimpin delegasi negaranya dalam pertemuan Komite Teknis Militer (Komite Pemantauan Gencatan Senjata), yang dibentuk berdasarkan deklarasi penghentian permusuhan (perjanjian gencatan senjata).
Rezim Zionis memulai agresinya terhadap Lebanon pada 1 Oktober 2024, dan setelah dua bulan, akhirnya menandatangani gencatan senjata pada hari Rabu, 7 Desember, dengan mediasi Amerika Serikat, tetapi terus menerus melanggarnya.
Menurut perjanjian gencatan senjata, pasukan rezim Zionis harus mundur dari Lebanon selatan dalam waktu 60 hari, tetapi rezim ini, bertentangan dengan hukum internasional, tetap menempatkan pasukannya di lima posisi strategis di wilayah ini dan tidak meninggalkannya.(sl)