Maroko Terima Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza
-
Bendera Maroko dan Rezim Zionis
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Maroko mengumumkan bahwa negaranya telah menerima undangan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza.
Menurut laporan IRNA pada Selasa (20/01/2026) pagi, saluran televisi France 24-Arabic mengutip Kementerian Luar Negeri Maroko yang mengatakan bahwa negaranya menanggapi secara positif undangan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza dan menerima undangan itu.
Amerika Serikat sebelumnya telah mengundang beberapa pemimpin dunia untuk bergabung dengan dewan yang dipimpin oleh Trump. Dewan ini seharusnya mengawasi administrasi dan rekonstruksi Gaza setelah perang.
Trump menunjuk anggota yang disebut Dewan Perdamaian Gaza pada hari Sabtu (17/01/2026), dan sejauh ini, berbagai negara, termasuk Inggris, Turki, Qatar, Mesir, dan Kanada, telah bergabung dengan dewan ini.
Kremlin juga sebelumnya mengumumkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah diundang untuk bergabung dengan dewan ini.
Presiden AS Donald Trump juga telah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk bergabung dengan yang disebut Dewan Perdamaian Gaza.
Istana Elysee juga menyatakan sedang meninjau undangan Trump kepada Prancis untuk bergabung dengan dewan ini, dengan mengatakan bahwa mereka percaya kerangka acuan dewan perlu direvisi.
Sebelumnya, presiden AS menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ke komisi perdamaian yang diharapkan akan mengawasi rencana 20 poinnya untuk mengakhiri genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
Gedung Putih mengatakan Blair akan menjadi anggota eksekutif pendiri komisi ini, bersama dengan menantu Trump, Jared Kushner, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff.
Anggota lainnya termasuk Marc Rowan, CEO Apollo Global Management, Ajay Banga, Presiden Grup Bank Dunia, dan Robert Gabriel, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS.
Gedung Putih mengatakan anggota delegasi akan mengawasi “serangkaian misi khusus yang penting bagi stabilitas dan keberhasilan jangka panjang Gaza”, termasuk “pembangunan kapasitas tata kelola, hubungan regional, rekonstruksi, daya tarik investasi, pembiayaan luas, dan mobilisasi modal”.
Menurut draf piagam Dewan Perdamaian Gaza, yang diterbitkan oleh Bloomberg News, presiden AS akan memimpin dewan ini dan memiliki wewenang untuk menambahkan negara-negara ke dewan ini.
Dilaporkan juga bahwa masa keanggotaan setiap negara di dewan ini adalah tiga tahun, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan Trump. Namun, ia meminta negara-negara yang menginginkan kursi tetap di dewan ini untuk mengalokasikan dana sebesar $1 miliar.
Menurut draf piagam Dewan Perdamaian, Trump berhak untuk menggantinya sebagai ketua kapan saja.(sl)