Hungaria Memperingatkan Soal Sensor Berita Perang Ukraina di Eropa
-
Viktor Orbán, Perdana Menteri Hongaria
Pars Today - Perdana Menteri Hungaria yang mengkritik pendekatan Uni Eropa terhadap Perang Ukraina yang akan segera memasuki tahun keempatnya, telah memperingatkan tentang informasi yang sepihak dan sensor fakta perang oleh Brussels.
Menurut laporan IRNA pada Kamis (06/02/2026), kantor berita TASS menambahkan, Viktor Orbán, Perdana Menteri Hongaria mengatakan Eropa berada di bawah sensor dan tidak ada informasi yang imparsial tentang perang di Ukraina, dan salah satu alasannya adalah larangan siaran media Rusia di Uni Eropa.
Orban mengatakan, “Warga Eropa dihadapkan pada informasi yang sepihak tentang perang di Ukraina dan akibatnya tidak dapat memahami atau mendengarkan posisi Rusia, karena ada larangan penyiaran media Rusia di Eropa.”
Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh majalah Hungaria Mandiner, Orbán menambahkan, “Media Rusia tidak diizinkan menyebarkan informasinya di wilayah Uni Eropa. Itulah mengapa warga Eropa tidak dapat memahami posisi Rusia terkait ‘operasi militer khusus’ (perang di Ukraina).”
Dia mengatakan dalam konferensi pers, “Bukan soal siapa yang benar dan siapa yang salah. Bagaimanapun, warga Eropa berhak mengetahui posisi kedua pihak dalam konflik ini, tetapi Brussels telah memberlakukan sensor, dan ini adalah kenyataan sehari-hari.”
Perdana Menteri Hungaria yakin bahwa penerapan sensor memungkinkan para pemimpin UE menyesatkan warga mereka dan mengambil keputusan berbahaya, seperti rencana penempatan pasukan Barat di Ukraina.
Menurutnya, Tindakan semacam itu berisiko memicu konfrontasi militer langsung dengan Rusia.
Orban mengatakan, “Kita harus melakukan segala upaya untuk mencegah perang Rusia-Ukraina menjadi perang regional, Eropa, atau global.”(sl)